Permudah Akses Bank bagi Koperasi-UMKM
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Permudah Akses Bank bagi Koperasi-UMKM

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan upaya pembangunan manusia Indonesia agar lebih produktif terus dilakukan pemerintah. Salah satu diantaranya dengan meningkatkan dan memajukan sektor koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Cara memajukan sektor koperasi dan UMKM antara lain dengan mempermudah akses perbankan, memberi layanan kredit usaha tanpa agunan, dan menyalurkan pinjaman melalui Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB).

“Kita harus membuat masyarakat produktif, bekerja menghasilkan sesuatu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Puan Maharani saat Penyerahan Dana Bergulir Melalui Loan Agreement sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Melalui Penguatan Akses Pembiayaan Koperasi dan UMKM di Jawa Timur, di Bank Jatim Surabaya, Sabtu (10/9) pagi.

Dikatakan, pemberdayaan sektor koperasi dan UMKM sesuai idelogi bangsa dan negara Indonesia. “Tidak hanya idelogi kaum marhaen dan para santri kalau di Jatim ini, tapi harus menjadi idelogi kita semua. Koperasi dan UMKM adalah sektor yang menyokong penuh ekonomi bangsa dan mampu menahan badai krisis,” tegasnya.

Puan berpesan agar ideologi ekonomi kerakyatan diterapkan tidak hanya di Jatim, tetapi di seluruh Indonesia. “UMKM merupakan soko guru ekonomi kerakyatan Indonesia. Terbukti ekonomi kerakyatan yang menjadi penyelamat pada saat krisis ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Menko PMK juga mengingatkan agar kredit UMKM dapat dipermudah kepada industri rakyat. Karena, UMKM membantu rakyat untuk lebih produktif dan mandiri.

UMKM di Jatim adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Hal ini terlihat dari kemasan serta tempat-tempat usaha UMKM di Jawa Timur yang bersih dan tertata rapih, sehingga dapat dijadikan contoh provinsi lain.

Dengan diberikannya bantuan kepada para pelaku UMKM di Jatim, Menko PMK berharap dapat memacu semangat anggota koperasi serta pelaku UMKM mengembangkan usaha dengan lebih berdaya saing. Hal ini juga sebagai upaya mewujudkan produktifitas dan kemandirian ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan.

Menko PMK juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki bonus demografi pada 2020-2034. Untuk itu, dia mengajak segenap pihak bersama-sama menyiapkan SDM yang unggul. Salah satunya melalui gotong royong mewujudkan UMKM dan koperasi yang mandiri serta sejalan dengan cita-cita Trisakti.

Pemerintah, menyalurkan dana kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 120 triliun untuk tingkatkan pembiayaan koperasi dan UMKM. “Semoga program hibah penguatan modal ini dapat berjalan dengan sukses dan penuh berkah serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi upaya-upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya di Jatim. Mari kita jadikan program ini sebagai teladan kepeloporan dalam upaya-upaya pemberdayaan koperasi dan UMKM serta peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar Puan.

Pada kesempatan itu dilakukan penyerahan dana bergulir dari Bank Jatim dan Bank UMKM kepada Benediktus Sugih Pranoto sebesar Rp 200 juta untuk industri makanan frozen food, Edi Santoso sebesar Rp 200 juta untuk penggilingan padi dan perdagangan beras, serta Muhammad Arif sebesar Rp 100 juta untuk industri sarung.

Selain itu juga diserahkan penjaminan dari Jamkrida, sertifikasi peningkatan kapasitas SDM ekspor dan koperasi ritel, ijin usaha mikro kecil (IUMK) dari Menteri Koperasi dan UKM, dana bergulir dari LPDB, serta HAKI atau hak cipta dari Menkop dan UKM RI. Seluruhnya secara simbolis diserahkan Menko PMK Puan Maharani didampingi Menkop dan UKM RI AAGN Puspayoga dan Gubernur Jatim Dr H Soekarwo. (sak)