Pertamina Beli Saham Perusahaan Prancis
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Pertamina Beli Saham Perusahaan Prancis

PT Pertamina mengumumkan telah mengakuisisi 24,53 persen saham perusahaan migas asal Prancis, Maurel & Prom yang dimiliki Pacifico. Akuisisi yang merupakan tahap awal menguasai mayoritas saham Maurel & Prom itu bertujuan mengamankan pasokan, untuk memenuhi kebutuhan migas di dalam negeri.

Produksi migas di Indonesia terus menurun, sementara kebutuhan meningkat. Cadangan terbukti (proven reserve) minyak Indonesia tinggal 3,6 miliar barel. Dengan kebutuhan mencapai 300 juta barel per tahun, maka minyak Indonesia akan habis dalam waktu 12 tahun lagi bila tidak ada penemuan cadangan baru.

Sebagai salah satu langkah menjaga ketahanan energi nasional, Pertamina sebagai satu-satunya BUMN perminyakan harus mengakuisisi cadangan-cadangan migas di luar negeri.

“Ini dalam rangka mengamankan kebutuhan kita di dalam negeri. Concern kami ada di cadangannya. Dalam kaitan kemandirian energi, upstream kami kurang, Pertamina harus mengembangkan tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri,” kata Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, awal pekan lalu.

Menurut dia, nilai per lembar saham akusisi adalah 4,2 euro atau total transaksi diperkirakan 200 juta euro. Maurel and Prom tercatat di bursa saham Euronext Paris dengan perkiraan kapitalisasi pasar 550 miliar euro.

Aset Maurel and Prom yang berkantor pusat di Paris, Prancis tersebar di berbagai benua yakni Gabon, Tanzania dan Nigeria untuk blok produksi, serta Prancis, Kanada, Namibia, Myanmar dan Italia untuk eksplorasi.

Maurel & Prom memiliki cadangan terbukti 205 juta barel setara minyak per 2015 yang 78 persennya berada di wilayah Gabon dan 22 persen di anzania. Sedangkan, tingkat produksi Maurel & Prom tercatat 24.700 barel setara minyak per hari pada kuartal keempat 2015 yang khususnya berasal dari Gabon.

Dengan menguasai 24,53 persen saham Maurel & Prom, maka setidaknya Pertamina memperoleh bagian sekitar 6.000 barel setara minyak per hari. Produksi minyak mentah tersebut juga cocok dengan kilang pengolahan milik Pertamina.

Wakil Presiden Senior Pengembangan Bisnis Hulu Pertamina Denie Tampubolon menambahkan, pihaknya telah menyelesaikan perjanjian jual dan beli (sales and purchase agreement/SPA) saham dengan Pacifico.

Selanjutnya, Pertamina akan meminta persetujuan perubahan kepemilikan saham kepada Pemerintah Prancis dan negara lain tempat aset perusahaan Maurel & Prom berada. “Kami harapkan persetujuan segera diperoleh, sehingga November atau Desember ini sudah jadi mayoritas,” katanya.

Minyak dari blok-blok milik M&P yang sudah berproduksi di Nigeria dan Gabon spesifikasinya cocok untuk diolah di kilang-kilang Pertamina. Untuk tahap awal ini, Pertamina bakal mendapatkan tambahan pasokan minyak mentah sebanyak 6.000 barel per hari (bph) dari aset milik M&P.

Nantinya setelah Pertamina menguasai mayoritas saham M&P, ditargetkan seluruh produksi migas sebesar 30.000 barel oil equivalent per day (boepd) bisa dipasok untuk kebutuhan Indonesia.

“Nigeria minyaknya bisa dipakai di kilang kita. Kami lihat juga dari Gabon, bisa dilihat di kilang kami, cocok untuk kilang kami. Dengan kami mengendalikan saham M&P, kami optimasi pasokan untuk ke dalam negeri. Sekarang kami bisa dapat 6.000 bph kalau kami kuasai 24,3 persen saham. Targetnya seluruh produksi perusahaan ini, 30.000 boepd, semua bisa dibawa ke Indonesia, bisa dipakai semua di dalam negeri,” tutupnya. (sak)