Pertamina Kelola Blok Migas di Iran
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Pertamina Kelola Blok Migas di Iran

Kementerian ESDM mengungkapkan PT Pertamina akan segera menandatangani Nota Kesepahaman dengan National Oil Company (NOC) di Iran untuk pengelolaan blok migas. Ini kelanjutan perjanjian pendahuluan yang sudah ditandatangani pemerintah Indonesia dan Iran. Rencananya, kesepakatan diteken sebelum Lebaran.

“Kan kerja sama G to G (Government to Government) sudah. Nah sekarang ekornya, urutannya kerjasama perusahaan ke perusahaan. Sebelum Lebaran rencananya ditandatangani,” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja kepada media di Jakarta, Senin (27/6) lalu.

Menurut Wiratmaja, cadangan minyak dan gas bumi (migas) dari blok yang akan dikelola Pertamina di Iran relatif besar. “Cadangannya besar. Karena ini sudah aksi korporasi, Pertamina yang lebih tahu,” ucapnya.

Cadangan minyak di Indonesia saat ini sudah semakin menipis. Cadangan terbukti (proven reserve) tinggal 3,7 miliar barel, sementara konsumsi sekarang 300 juta barel per tahun dan terus meningkat.

Untuk mengamankan pasokan minyak dalam negeri dan menjaga ketahanan energi nasional, Pertamina harus mengakuisisi blok-blok migas di luar negeri. Salah satu negara yang sumber-sumber minyaknya dibidik adalah Iran.

Sebelumnya, Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam mengungkapkan sebentar lagi Pertamina menandatangani kesepakatan kerjasama pengelolaan blok migas di Iran. Blok yang diincar punya cadangan minyak sampai miliaran barel. “Di Iran kalau bisa deal, itu luar biasa. Dua aset di sana saja cadangannya hampir 4 miliar barel,” ungkap Alam.

Saat ini Pertamina sudah ‘ngebor’ minyak di Aljazair, Irak dan Malaysia. Beberapa negara di Afrika Barat, Timur Tengah, dan Asia Barat tengah dijajaki. Di Rusia, ada rencana kerjasama dengan Rosneft untuk mengelola blok migas.

Pertamina menargetkan bisa meningkatkan produksi minyak mentah dari saat ini sekitar 300.000 barel per hari (bph) menjadi 943.000 bph pada 2030. Dari produksi 943.000 bph di 2030 tersebut, 337.000 bph akan berasal dari sumur-sumur minyak di luar negeri. (sak)