Pesona Selat Lembeh Bitung 6-10 Oktober
JALAN-JALAN PERISTIWA

Pesona Selat Lembeh Bitung 6-10 Oktober

Dalam upaya mempromosikan Kota Bitung sebagai international pelabuhan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang memiliki aneka potensi strategis terutama wisata. Digelar Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2016 pada 6-10 Oktober 2016, bagian rangkaian program utama ‘Colourful Bitung’.

Peluncuran FPSL 2016, berlangsung meriah dihadiri Menpar Arief Yahya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban serta segenap warga Kota Bitung yang memenuhi seluruh ruangan Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Menpar Arief Yahya menegaskan, “Luar biasa, baru kali ini ada peluncuran sebuah festival yang membuat Balairung penuh sesak orang. Semoga nantinya ketika acara FPSL 2016 para wisatawan yang datang juga bisa penuh luar biasa seperti ini.”

Apalagi posisi Kota Bitung sangat menguntungkan yang strategis secara internasional berada di bibir Pacific hingga ditetapkan sebagai international hub sea port untuk banyak didatangi kapal-kapal dan menjadi KEK.

“Ini dapat mengembangkan potensi kota ini sebagai kota industri, kota pariwisata dunia, dan kota konservasi alam akan lebih cepat,”, tambah Arief Yahya.

Terlebih potensi yang besar pada wisata bahari di Selat Lembeh yang dapat menjadi ikon marine karena mulai populer sebagai surga macro photography bagi para divers karena di selat tersebut banyak dijumpai biota langka berukuran kecil atau endemik dan tidak ditemukan di tempat lain.

“Yang tentunya harus ditopang dengan promosi yang gencar seperti melalui festival ini agar Selat Lembeh dapat lebih dikenal untuk mendatangkan wisatawan,” tegas Menpar.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyampaikan aksesibilitas ke Bitung sangat makin mudah, yang hanya 50 kilomter atau sekitar 1 jam berkendaraan dari Bandara Samratulangi atau Kota Manado. “Dengan pencapaian jumlah wisatawan mancanegara hingga 13.019 orang dan 20.133 wisatawan nusantara,” katanya.

Karena didukung banyaknya charter flight seperti dari Tiongkok, Macau dan Hongkong yang dilayani airlines Lion Air, Citilink dan Sriwijaya Air. Posisi Juli 2016 mencapai 7.460 pax. “Kita mengharapkan Kemenhub dan Kemenpar mendorong agar charter flight ini ke depannya menjadi regular flight,” tegas Olly Dondokambey.

Sementara Walikota Bitung, Maximiliaan Jonas Lomban menjelaskan, kesiapan Kota Bitung menyambut FPSL 2016 telah matang dengan aneka fasilitas untuk para wisatawan. Mulai resort, hotel berbintang dan homestay yang dikelola masyarakat dengan pemandangan memukau dari Gunung Dua Sudara. “Begitu juga untuk pesona bawah laut di kawasan Selat Lembeh yang memiliki 91 titik selam dengan aneka biota langka,” paparnya.

Kemudian untuk wisatawan yang menyukai adventure, Kota Bitung memiliki Cagar Alam Nasional Tangkoko sebagai rumah bagi ratusan mamalia, burung, reptil dan amfibi hingga dua jenis primata endemic Sulut yang terancam punah, yaitu Yaki dan Tarsius.

Ditambah tiga kawasan ekowisata yang menjadi keunggulan Kota Bitung yaitu Kawasan Ekowisata Pintu Kota, Kawasan Ekowisata Kareko dan Kawasan Ekowisata Pasir Panjang yang segar dengan menyusuri pemandangan hutan mangrove sekaligus menikmati keindahan pantai.

Kemeriahan ajang FPSL 2016 nantinya akan ada beraneka rangkaian kegiatan. Antara lain opening ceremony, gelar pesona kuliner, panggung pesona budaya, colorful Bitung run 10K, underwater coral plantation, carnaval pakura hias, warna warni pesona Bitung dan pesta rakyat. (sak)