PLTS Terapung Cocok Diterapkan di Indonesia
PERISTIWA TEKNOLOGI

PLTS Terapung Cocok Diterapkan di Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas sebesar 2/3 berupa perairan dan potensi energi surya yang besar dengan berada posisi di negara tropis dengan iradiasi matahari rata-rata 4,8 Wh/m2

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional, salah satunya dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung. Pemerintah berencana mengembangkan PLTS terapung di beberapa titik antara lain di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali dan di Danau Toba.

Sebagai pilot project pengembangan energi surya di Indonesia PLTS Terapung ini diharapkan dapat menjadi bahan riset, referensi ataupun penelitian untuk mengembangkan teknologi serupa di daerah lain.

PLTS terapung adalah sebuah model PLTS terpusat yang diletakan terapung diatas air seperti danau, waduk dan sejenisnya, termasuk laut.

Keuntungan PLTS terapung dibandingkan dengan PLTS terpusat antara lain tidak membutuhkan lahan/daratan yang umumnya lebih mahal atau bernilai. Kemudian mengurangi terjadinya penguapan air dan menghambat pertumbuhan gulma lainnya seperti eceng gondok.

Sejauh ini di Asia baru Jepang yang memiliki PLTS terapung yaitu dengan dibangun di Kato di sebuah kolam Nishihira dan Higashihira. Pembangkit yang dibangun atas kerja sama Kyocera dan Century Tokyo Leasing, mampu membangkitkan energi listrik sebesar 3.300 MWh per tahun. Energi tersebut cukup untuk melistriki 920 rumah.

PLTS terapung ini dilaporkan memiliki efisiensi lebih tinggi dibanding PLTS konvensional yang diletakkan di atas atap atau tanah. Peningkatan efisiensi didapat dari penurunan temperatur yang dihasilkan dari proses pendinginan air yang berada dibawah sel-sel surya ketika terpapar sinar matahari.

Dua fasilitas PLTS terapung tersebut terdiri dari 11.256 modul surya buatan Kyocera yang masing-masingnya berkapasitas 255 Watt. Selain itu, PLTS terapung tersebut didesain dan dibangun untuk mampu bertahan terhadap angin topan yang cukup sering terjadi di Jepang.

Jepang saat ini juga sedang merencanakan untuk membangun fasilitas PLTS terapung dengan skala yang jauh lebih besar di bendungan Yamakura. Sebanyak 50.000 modul surya akan menghasilkan 15.635 MWh per tahunnya. Sebelumnya, sebuah perusahaan bernama Liquid Solar Array juga tengah mengembangkan PLTS berbasis solar concentrator di India. (sak)