Presiden Duterte: Indonesia Saudara Filipina
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Presiden Duterte: Indonesia Saudara Filipina

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengemukakan ikatan Indonesia-Filipina sudah berlangsung sejak lama dan hubungan Indonesia dengan Filipina adalah sangat berharga.

“Indonesia bukan hanya rekan tetapi saudara. Indonesia, yakinlah bahwa ada dukungan Filipina dalam mengembangkan hubungan kerjasama ini. Kami menanti kunjungan Presiden Jokowi pada saat yang tepat,” kata Presiden Duterte bersama Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (9/9) sore.

Presiden Duterte menguraikan, pada 1972 saat dirinya masih seorang pelajar, ada permasalahan minyak dan hampir ada krisis serta pembatasan minyak di Filipina. Tetapi, pada saat itu Pemerintah Filipina mendapatkan kepastian dari pemerintah Indonesia bahwa mereka tidak perlu khawatir jika tidak mendapatkan minyak dari Timur Tengah.

“Dikatakan (Indonesia) bahwa Filipina akan didukung Indonesia untuk isu minyak. Itu menunjukkan bagaimana Indonesia melakukan Filipina layaknya seorang saudara yang lebih tua. Kita sangat menghargai persahabatan tersebut. Terima kasih Republik Indonesia,” ungkap Duterte.

Mengenai pembicaraan bilateral dengan Jokowi, Duterte menilai sangat produktif. “Kita telah membicarakan penguatan hubungan bilateral termasuk kerjasama maritim, keamanan, dan penegakan hukum. Kita juga sepakat mendorong implementasi efektif dalam kerangka kerjasama keamanan menghadapi permasalahan di antara kedua negara,” kata Duterte.

Kedua negara, lanjut Duterte, juga menunjukan komitmen dalam isu maritim dan juga perairan Sulu yang menjadi perhatian bersama. Presiden Filipina itu menegaskan, sebagai dua negara kepulauan yang sangat besar maka kerjasama maritim itu sangat penting.

“Kita akan mengeksplorasi dalam bidang ini khususnya terkait dengan pengembangan sumber daya manusia. Tentunya akan ada pengaturan antara tenaga ahli kedua negara,” papar Duterte seraya mengungkapkan dalam pertemuan tersebut juga dibahas kerjasama perdagangan dan people-to-people contact.

Terkait Laut China (Tiongkok) Selatan, Duterte mengemukakan Filipina dan Indonesia menyampaikan keprihatinannya. Duterte menegaskan, kedua negara mendukung stabilitas keamanan di kawasan khususnya penciptaan perdamaian yang terkait dengan hukum internasional.

“Kita ingin adanya kemajuan dan kita berterima kasih atas dukungan Indonesia kepada pemerintah Filipina selama kita maju untuk proses perdamaian,” ujarnya.

Terkait ancaman terorisme dan ekstrimisme, Presiden Filipina mengatakan adalah tantangan bersama. Duterte menegaskan, Indonesia dan Filipina setuju menangkap dan memproses lebih lanjut penjahat yang telah tertangkap.

“Juga kami ingin memberantas tindak kejahatan narkotika. Kita bersama akan melakukan tugas kita dan berkontribusi dalam usaha pemberantasan narkotika di dalam kerangka komunitas ASEAN,” sambung Duterte.

Sementara menyangkut posisi Filipina yang akan menjadi Ketua ASEAN pada 2017 mendatang, menurut Duterte, Presiden Jokowi telah menyampaikan dukungannya. “Kami akan bekerjasama dengan erat dengan Presiden Jokowi di dalam kawasan dan kami bermaksud untuk memperkuat ASEAN,” tegasnya. (sak)