Produk Halal Raup 2,34 Juta USD di Taiwan
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Produk Halal Raup 2,34 Juta USD di Taiwan

Produk makanan dan minuman (mamin) halal Indonesia makin menarik perhatian dunia. Dalam pameran produk halal “Taiwan International Halal Expo” yang berlangsung Juni 2016 lalu di TWTC Exhibition Centre, produk Indonesia mencetak transaksi 2,34 juta USD.

“Nilai pembelian ini menunjukkan produk halal Indonesia mampu bersaing di antara produk-produk halal dari belahan negara lainnya,” tegas Kepala KDEI Taipei, Arief Fadillah di Taipei beberapa hari lalu usai akhir pameran melalui Humas Kemendag di Jakarta.

Menurutnya, produk mamin halal Indonesia banyak diminati pengunjung yang datang dari berbagai negara. “Transaksi langsung selama pameran sebesar 1.178.234 USD dan kontak bisnis yang harus ditindaklanjuti sebesar 1.158.031 USD, terutama produk biskuit monde dan wafer. Juga kopi dan bumbu dari CV Karya Omega,” katanya.

Dikatakan Arief, produk mamin Indonesia makin beragam yang diminati pengunjung. Produk PT Tri Bahagia Pratama seperti jus manggis, madu pahit dan gravila leaf tea mendapatkan pembelian sebesar 462.900 USD. Produk cornet beef dan luncheon chicken sebesar 345.000 USD, produk choco spread dan choco powder sebesar 159.180 USD dari PT Sekawan Karsa Mulia.

Sementara produk rice noodle and creckers PT Goldi Asi Pangan mendapatkan pembelian 119.000 USD. Produk coco milk dan coco water PT Pacific Coconut Utama 105.200 USD. Sementara produk kopi luwak premium dan golden peaberry coffee terjual 152.100 USD (PT Domba Bali Persada), produk VCO, coco soap, moisturizer oil 115.000 USD (PT Nucifera Alam Indonesia), produk Dendeng batokok 12.104 USD (PT Mikro Integrasi), serta produk cassava chip 12.750 USD (CV Saung Karuhun Berkah).

“Produk kosmetik juga mendapat transaksi. Poduk dari CV Sekawan Kosmetik seperti body lotion, fruit soap dan Fanire Hygine menuai transaksi 15.000 USD,” ujar Arief.

Menurutnya, produk halal Indonesia kini memasuki pasar potensial, terutama di wilayah Asia Pasifik. Lebih dari setengah populasi muslim berpusat di Asia, terutama Indonesia, Turki dan Malaysia. “Taiwan dianggap menjadi hub penting Asia Pasifik mempromosikan produk halal,” katanya.

Pameran Taiwan International Halal Expo merupakan pameran bertaraf internasional dengan variasi produk yang memiliki sertifikat halal mulai produk makanan, minuman kesehatan, bioteknologi, farmasi dan kosmetik. Pameran ini diselenggarakan setiap tahun, bersamaan dengan pameran Food Taipei, Foodtech & Pharmatech Taipei, Taipei Pack dan Taiwan HORECA.

Indonesia diwakili 12 peserta tampil mewarnai blantika eksibisi bertaraf Internasional tersebut di area seluas 108 m2 dengan mengusung tema “Trade with Remarkable Indonesia”. Pembukaan dilaksanakan di Nangang Exhibition Hall. Sedangkan Paviliun Indonesia berada di Hall 1 TWTC Exhibition Center berada di area Halal Food. Tahun lalau Taiwan International Halal Expo diikuti 1.642 eksibitor domestik dan internasional.

Pengunjung yang datang berjumlah 66.911 orang dan 7.562 pengunjung berasal dari mancanegara yang kebanyakan berasal Tiongkok, Jepang, Hong Kong, Malaysia, Amerika, Singapura, Korea Selatan, Filipina dan Thailand.

Neraca perdagangan nonmigas Indonesia ke Taiwan 2015 mengalami surplus 514,5 juta USD. Pada 2015, Indonesia merupakan negara urutan ke-15 pemasok produk makanan olahan ke pasar Taiwan setelah Italia, Singapura, Jerman, Australia, dan Viet Nam. Sementara, Taiwan merupakan negara ke-16 asal impor makanan olahan bagi Indonesia. (sak)