Produsen Kopi Bandung Kewalahan
CANGKIR KOPI EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Produsen Kopi Bandung Kewalahan

Kopi asal Kabupaten Bandung cukup berprestasi di kancah nasional bahkan dunia. Pertumbuhan pertanian kopi terus digenjot untuk meningkatkan produksi.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengatakan, kopi Arabika merupakan andalan Kabupaten Bandung. “Kondisi alam pegunungan menjadi keuntungan tersendiri karena kopi jenis tersebut tumbuh dengan baik di dataran tinggi,” katanya seperti dikutip PojokJabar..

Di sisi lain, permintaan dunia akan kopi Arabika sangat tinggi, dimana 80 persen permintaan dunia berada pada kopi Arabika dan 20 persen kopi Robusta.

Di Indonesia, pertanian kopi justru berbanding terbalik, dimana 80 persen produksi kopi merupakan jenis Robusta dan 20 persennya Arabika.

Dengan demikian, kopi Arabika yang tumbuh baik di wilayah Kabupaten Bandung mempunyai peluang pasar yang bagus atau permintaan dunia akan kopi Arabika sangat tinggi.

“Permintaan pasar terhadap kopi arabika cukup menguntungkan bagi petani di Kabupaten Bandung, makanya perluasan lahan terus dilakukan untuk meningkatkan produksi,” tutur Tisna, awal pekan lalu.

Saat ini, produksi kopi di Kabupaten Bandung ditopang 12 ribu hektare lahan. Baik milik petani, maupun Perhutani dengan jumlah tanaman mencapai 400 ribu pohon. Lahan kopi tersebut tersebar pada berbagai daerah seperti Cilengkrang, Cimenyan, Cicalengka, Nagreg, Kertasari, Pasirjambu, Ciwidey, Cimaung, dan daerah lainnya

Tingginya permintaan dunia akan kopi Arabika membuat banyak koperasi kelompok tani, dan produsen kopi lainnya kewalahan dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Bahkan, kopi asal Kabupaten Bandung sudah merambah hingga ke berbagai belahan dunia, seperti Eropa, Timur Tengah dan Amerika. “Kita terus tingkatkan penambahan lahan pertanian kopi, tiap tahun setidaknya membuka 1000 hektare lahan baru,” ungkapnya. (sak)