Prof Delvac: Peneliti Internasional Inggris yang Arek Suroboyo
PERISTIWA PROFIL

Prof Delvac: Peneliti Internasional Inggris yang Arek Suroboyo

Siapa sangka jika Prof Dr dr Delvac Oceandy PhD pengajar dan peneliti senior di Universitas Manchester (UoM) Inggris yang cukup ternama di negaranya itu ternyata asli Surabaya. Dosen sekaligus supervisor yang berwenang menerima calon mahasiwa baru pascasarjana di universitas paling ternama di negeri Ratu Elizabeth itu lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Unair 1996.

Kehadiran profesor muda berusia 45 tahun itu ditunggu-tunggu dosen, peneliti, alumnus dan mahasiswa di kampus Unair. Delvac dihadirkan untuk memberi kuliah tamu dengan materi ‘Kunci Sukses Dalam Berkarir di Bidang Riset’ di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Unair.

Alumni FK Unair ini mengatakan, memilih mengejar impiannya dengan melanjutkan studi di luar negeri. “Namanya impian ya coba saya kejar. Saya ingin berkiprah di dunia riset dan ingin go international. Saya ingin berkarir bukan hanya di level nasional saja. Tapi internasional,” tuturnya.

Dikatakan, saat masih kuliah sudah aktif melakukan penelitian. Namun masih terbatas pada tingkat nasional. Lulus dari FK Unair, dia mendapat beasiswa kuliah jenjang magister dan doktoral di Australia. “Lalu saya mendapat kesempatan untuk postdoctoral di Inggris. Jadilah saya pindah di Universitas Manchester dan bekerja di sana sampai sekarang,” kisahnya.

Permasalahan tentang penelitian yang dialami dosen cukup beragam. Mulai pendanaan, hingga iklim penelitian yang tidak sehat. Namun, Prof Delvac mengatakan, seorang peneliti harus pandai mensiasati keadaan. Hingga sepuluh tahun terakhir, tak kurang 30 penelitian telah dia dihasilkan.

Pada kesempatan ini, Prof Delvac membagi tips agar cita-cita Unair untuk mampu menembus peringkat 500 top perguruan tinggi kelas dunia segera terlaksana. ”Jangan pernah merasa nyaman di sini jika ingin go international. Jangan pernah pula putus asa dalam melakukan penelitian. Harus telaten dan konsisten,” katanya mengurai kiat suksesnya sebagai peneliti yang mendapat pengakuan dunia tersebut.

Kini, Delvac sudah 14 tahun bersama istri dan dua anaknya tinggal di Manchester, Inggris. Penampilannya tetap sederhana. Gaya Suroboyoannya juga kental. Tak nampak jika Delvac pakar ilmu kedokteran perguruan tinggi termashur di Inggris.

Setelah menyelesaikan studi di FK Unair 1996, Delvac bergabung di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, sebuah lembaga penelitian di Jakarta. Gelar PhD diraih dari University of Queensland, Australia, 2001. Di negeri kanguru itulah bertemu istrinya, Alma Adventa asal Palangkaraya yang meraih bea siswa S3 di negeri yang sama. Lulus dari Institute of Molecular Bioscience tahun 2002, Delvac bergabung di laboratorium Prof Ludwig Neyses di Manchester, Inggris. Sejak itu, Delvac memutuskan pindah ke markas tim Manchester City dan Machester United hingga dua anaknya lahir.

Sebagai peneliti utama dan dosen di depatemen Kardiovaskuler FK University of Machester, Delvac punya 5 proyek penelitian yang didanai British Heart Foundation, Manchester Biomedical Research Centre dan Medical Research Council. Dedikasinya di bidang kedokteran juga mendapatkan berbagai penghargaan dunia. Diantaranya, Euroepan Socienty of Cardiology Young Investigator Award 1 st Winner (2006), British Heart Foundation Intermedediate Fellowship (2010), Award fot Best Acstract Presented at ESC Annual Congres Munich (2012).

Sekarang Delvac tengah mengembangkan penelitian stem cell —metode kedokteran yang diramalkan memberi terpbosan dalam proses penyembuhan penyakit manusia dimasa datang. Tekniknya mengembangbiakkan sel tubuh manusia untuk menggantikan sel yang rusak di dalam tubuhnya, khususnya jantung.

Meskipun terkenal dan menetap di Inggris, Delvac tetap mengajarkan tata budaya Indonesia pada dua anaknya, yang masih berusia 11dan 5 tahun. ”Meski lahir dan dibesarkan di Manchester, anak-anak harus paham dengan Indonesia dan budaya serta bahasanya. Makanya, sehari-hari di rumah, saya dan isteri tetap menggunakan bahasa Indonesia,” tutup Delvac yang pada awal penelitiannya tekun meneliti molekul tersebut. (sak)