PROFAUNA Edukasi Cara Aman Usir Primata
KOMUNITAS PERISTIWA

PROFAUNA Edukasi Cara Aman Usir Primata

Aktivis PROFAUNA (Protection of Forest & Fauna) Malang mengedukasi petani dan masyarakat di sekitar lereng Gunung Arjuna tentang cara mengusir primata namun tetap menjaga kelestariannya.

PROFAUNA melakukan edukasi ke masyarakat sekitar Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo termasuk Gunung Arjuna tentang pelestarian primata itu turut mendukung penanganan konflik monyet yang tanpa membunuh.

“Bagaimanapun juga sebetulnya tempat yang digunakan untuk ladang itu memang sebelumnya adalah habitat primata seperti monyet dan lutung, jadi sudah sewajarnya petani hidup berdampingan dengan mereka,” kata pendiri PROFAUNA Indonesia Rosek Nursahid, Jumat (5/8).

Rosek yang juga pengamat primata itu menambahkan, “Kami akan terus dorong dan mendampingi petani agar tidak membunuh primata yang masuk ke ladang mereka, cara dengan suara ledakan itu salah satu yang cukup efektif mengusir monyet,” ujarnya.

Menurutnya, ketika hutan-hutan yang ada di lereng Gunung Arjuna dibuka untuk lahan petanian, timbul masalah baru yaitu konflik antara petani dan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Monyet yang habitatnya memang di tempat tersebut kemudian dianggap hama karena memakan tanaman petani. Monyetpun kadang diburu dan dibunuh agar tidak mengganggu tanaman pertanian.

“Monyet yang berjumlah ratusan itu memakan apapun tanaman yang kami tanam seperti jagung, singkong atau sayuran,” kata Purnadi, salah satu petani yang berada di perbatasan Tahura R Soerjo.

Petani mencoba beragam cara untuk mengusir monyet-monyet itu. Ada dengan menggunakan anjing penjaga, memasang orang-orangan, hingga membunuhnya. Namun tetap saja monyet itu menjadi gangguan bagi petani. Akhirnya semakin banyak petani yang membekali diri dengan senapan untuk menembak monyet yang masuk ladang mereka.

Beruntung tidak semua petani mengusir monyet dengan cara menembaknya. Beberapa petani tersebut menciptakan alat yang tebruat dari pipa yang dikombinasikan dengan magnet dan percikan spirtus. Jika dipatik alat yang mirip senjata ‘basoka’ itu akan mengeluarkan bunyi menggelegar. “Bunyi yang keras dari senjata ini akan membuat monyet takut dan menyingkir, tapi tidak sampai membunuhnya,” kata Ponidi, seorang petani. (sak)