Profesional Jerman Siap Latih SMK
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Profesional Jerman Siap Latih SMK

Kunjungan kerja Mendikbud Anies Baswedan di Jerman membuahkan hasil kesepakatan pengiriman tenaga profesional Jerman untuk melatih sekolah kejuruan di Indonesia.

Ini merupakan upaya Kemendikbud menindaklanjuti kunjungan Presiden Joko Widodo ke Jerman April lalu, yang telah mendekatkan kedua negara dalam kerjasama berbagai bidang.

Para profesional yang akan menyumbangkan keahliannya untuk kemajuan pendidikan vokasi Indonesia itu akan dikirim Senior Experten Service (SES), organisasi para veteran atau pensiunan profesional Jerman yang memiliki 12 ribu anggota. SES telah sering mengirimkan para anggotanya untuk bekerja secara sukarela di berbagai belahan dunia.

“Mereka terlibat secara sukarela, tanpa dibayar dalam ukuran standar harga profesional. Mereka akan terlibat sebagai konsultan, instruktur atau peran profesional lain dalam berbagai bidang,” ujar Mendikbud Anies Baswedan saat bertemu dengan Ahli Senior SES Bettina Hartmann di kantor organisasi itu di Bonn, akhir Juni lalu.

SES yang telah berpengalaman dalam 38 ribu kali pengiriman tenaga profesional ke berbagai negara akan menyediakan biaya transportasi dan persiapan lain yang didanai Pemerintah Jerman. Mitra di negara penerima tinggal menyediakan biaya transportasi lokal dan biaya hidup yang cukup minimal.

Kerjasama dengan SES ini masih terkait dengan rencana Kemendikbud menerapkan program pendidikan sistem ganda (dual system) yang menggabungkan pendidikan di SMK dan magang di industri, model yang telah sukses diterapkan Jerman.

Anies menyebut pengiriman anggota SES ke Indonesia bisa terwujud berkat dukungan Ikatan Ahli Sarjana Indonesia di Jerman. Perkumpulan profesional Indonesia di Jerman yang dipimpin Ferizal Ramli itu membantu Kemendikbud menjalin jejaring serta komunikasi dengan berbagai pihak di negeri itu.

Mendikbud juga menjalin kerjasama dengan Hessian Institute for Advanced Training in Technology (HLfT) untuk implementasi pendidikan vokasi sistem ganda di Indonesia.

Untuk melengkapi kerja sama pendidikan vokasi di Jerman, Mendikbud juga bertandang ke kantor BIBB (Institut Federal untuk Pendidikan dan Pelatihan Vokasi) di Bonn yang berperan dalam riset dan pengembangan pendidikan kejuruan, khususnya dual system.

Di lembaga ini Mendikbud mendapatkan pemahaman bahwa kunci sukses pendidikan vokasi sistem ganda di Jerman adalah motivasi kalangan korporasi yang ingin menghemat biaya serta mendapatkan SDM kompeten dan loyal.

“Motivasi di level mikro itu penting untuk diperhatikan. Memang, tantangannya adalah bagaimana memproyeksikan motivasi mikro ini di level makro secara nasional,” ujar Anies Baswedan. (sak)