Program SMN, Gugup Pertama Naik Pesawat
KOMUNITAS PERISTIWA

Program SMN, Gugup Pertama Naik Pesawat

Setelah sebelumnya memfasilitasi kedatangan delegasi siswa SMA terbaik dari Bali ikut program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) di Kalimantan Tengah, Pelindo III juga mengirim sebaliknya. Delegasi siswa SMA terbaik dari Kalimantan Tengah dikirim ke Bali untuk mengenali dunia pendidikan, budaya, dan wisata, selama seminggu penuh.

“Malam tadi mereka berangkat. Sebagian dari mereka merupakan siswa berprestasi meski dalam keterbatasan kondisi ekonomi, sebagian lagi merupakan siswa difabel,” kata Direktur SDM dan Umum Pelindo III Toto Heliyanto, pada acara pelepasan di Palangkaraya, Rabu (3/8).

Pelepasan dihadiri direksi BUMN yang memfasilitasi program SMN, yakni Deputy Dirops PT Bahana Pembina Usaha Indonesia Fajar Wibhiyadi, Kabiro Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Semen Baturaja Tbk Meriadi. Serta Asbid Kesra Sekda Pemprov Kalteng Ketut Widhi Wirawan, Kadindik Kalteng Damber Liwan dan Kadisbudpar Kalteng Yuel Tanggara.

Dalam rangka Peringatan HUT Ke-71 Republik Indonesia, Kementerian BUMN melaksanakan program SMN yang mengajak ribuan pelajar SMA di Indonesia saling berkunjung di antara berbagai provinsi di Tanah Air.

“Program SMN mengusung tema ‘Indonesia Negeri Kebanggaanku’, sebagai bentuk kontribusi BUMN membangun kapasitas nasional yang tak hanya dari sisi bisnis dan perekonomian, tapi juga melalui generasi penerus bangsa,” jelas Toto.

Salah satu peserta SMN, Vera Veronica, asal SMAN 1 Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, mengungkapkan gelegak perasaannya karena berhasil terpilih mengikuti program SMN. “Perasaan saya campur aduk. Ada perasaan senang karena telah terpilih, ada perasaan sedih karena pertama kali jauh dari orangtua. Ada perasaan gugupnya juga pengalaman pertama menaiki pesawat. Saya harap selamat sampai tujuan,” ujarnya.

Perasaan bangga juga dirasakan Nurhasanah Dela Maulida, pelajar SMAN 1 Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. “Sebelumnya saya selalu punya impian melihat sisi lain Nusantara dengan membawa nama Kalteng, dan impian saya tercapai melalui Program SMN,” katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang peduli dengan siswa berprestasi. “Walaupun kami orang yang kurang mampu, tetapi atas prestasi kami dan partisipasi Pelindo III, Bahana dan Semen Baturaja ini kami bisa mengenal budaya-budaya yang ada di Bali,” ungkap Nurhasanah tulus.

Lebih lanjut ia juga merasa yakin bahwa pengalamannya akan menjadi bekal ilmu dan wawasan yang bermanfaat di masa depan nanti, untuk menjadi generasi yang mencintai Nusantara, Indonesia.

Selama di Bali, delegasi siswa Kalteng akan difasilitasi BUMN Waskita Karya, Airnav dan Perikanan Nusantara. Kegiatan mereka di Pulau Dewata antara lain, akan mengobservasi pelestarian karang dengan teknologi ‘biorock’, lalu mencoba membuat kerajinan tas, hammock dan anyaman tas di Desa Muntigunung.

kemudian juga belajar tari khas Bali, musik gamelan dan membuat gebogan, serta belajar sejarah di Puri Ageng Blahbatuh dan banyak lagi kegiatan lainnya. Selain berwisata mereka juga akan berkunjung ke SMAN 1 Denpasar untuk saling berbagi tentang pendidikan.

Toto juga mengatakan, bahwa usai dari Bali, sebelum pulang ke Kalteng, anak-anak akan mendapat ‘bonus’ perjalanan dengan transit di Surabaya untuk mengikuti port visit ke Pelabuhan Tanjung Perak yang dikelola Pelindo III.

Para siswa akan mengenal lebih dekat dunia maritim dari kawasan perairan Pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan pelabuhan terbesar di sisi timur Nusantara, dengan naik kapal pesiar mini milik Pelindo III, Artama Harbour Cruise.

Ditengah semangat kebangkitan maritim bangsa yang digemakan Presiden Jokowi, para siswa Kalteng yang sebagian besar tinggal di pedalaman dan jauh dari pesisir, dapat melihat sendiri potensi bahari yang besar dari negeri ini.

“Mereka dapat melihat langsung Pelindo III memiliki sejumlah terminal logistik besar, seperti Terminal Petikemas Surabaya dan Terminal Teluk Lamong. Juga terminal penumpang kapal laut yang modern, Terminal Gapura Surya Nusantara,” jelas Toto menutup pembicaraan. (sak)