PT PAL Luncurkan Dua Kapal Perang
PEMERINTAHAN PERISTIWA

PT PAL Luncurkan Dua Kapal Perang

PT PAL Indonesia meluncurkan dua kapal perang, yakni kapal jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) pesanan kedua Kementerian Pertahanan Filipina serta Kapal Guided Missile Frigate (PKR-105) yang merupakan pesanan kedua dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia.

Direktur Utama PT PAL Indonesia M Firmansyah Arifin mengatakan, peluncuran ini sebagai tanda selesainya pengerjaan kedua kapal perang oleh PT PAL Indonesia yang juga merupakan perusahaan BUMN.

“Kapal SSV 2 ini kami peroleh dari proyek tender internasional, dan bersaing dengan beberapa negara,” ujar Firman usai peluncuran kapal pesanan kedua di Dok Semarang Divisi Kapal Niaga Kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (29/9).

Dia mengatakan, dalam proses penggarapan Kapal SSV kedua, PAL Indonesia mampu menyelesaikan lebih cepat tiga bulan dari target yang ditentukan dan rencananya secara resmi diseraterimakan kepada Kementerian Filipina pada Maret 2017.

Kementerian Pertahanan Filipina melalui Undersecretary For Defense Policy Ricardo David Jr mengaku puas dan mengapresiasi dengan produk kapal perang buatan Indonesia, karena spesifikasinya sesuai dengan yang diinginkan.

“Saya mengaku puas dengan produk kapal perang Indonesia, karena sesuai dengan yang dibutuhkan pertahanan di negara kami, termasuk dengan teknologi yang dimiliki kapal,” kata Ricardo.

Pesanan pertama kapal canggih karya mandiri anak bangsa yang berada di kelas Lloyd Register telah dikirim ke Filipina secara tepat waktu, dan telah diberi nama Kementerian Pertahanan Filipina dengan nama Tarlac.

Tarlac masuk dalam catatan sejarah menjadi kapal perang pertama yang berhasil diekspor Indonesia, yang dibuat dari pengembangan kapal pengangkut Landing Platform Dock (LPD) yang didesain panjang 123 meter, lebar 21,8 meter, dan memiliki kecepatan 16 knot dengan ketahanan berlayar selama 30 hari di laut lepas.

Sementara untuk Kapal PKR 105 merupakan penugasan dari Kementerian Pertahanan RI dalam memperkuat keberadaan alutista, dan rencananya akan resmi diserahterimakan pada Oktober 2017.

“Setelah diluncurkan, Kapal PKR 105 akan menjalani penyempurnaan dan akan secara resmi diserahterimakan pada Oktober 2017,” terangnya.

Firmansyah menjelaskan, Kapal Perang PKR 105 adalah hasil kerjasama alih teknologi PT PAL Indonesia dengan perusahaan kapal Belanda ‘Damen Schelde Naval Shipbuilding’ (DSNS) serta telah diuji coba 7 September 2016.

Dalam proses pengerjaan PKR 105, PT PAL Indonesia dan DSNS menggunakan sistem modular, dan setiap kapal terdiri dari 6 modul, dengan perakitan terakhir dilakukan di Indonesia.

Kapal jenis Frigate itu didesain untuk berbagai tipe peperangan di antaranya untuk peperangan darat, udara, atas air dan bawah air, serta dilengkapi pengamanan kemaritiman, SAR, dan misi Kemanusian.

Sedangkan, Kapal SSV-2 pesanan Filipina merupakan hasil alih teknologi yang telah dikerjakan PAL Indonesia saat melakukan pembangunan kapal Landing Platform Dock (LPD) 125 Meter.

“SSV Kedua yang diluncurkan ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan Insan PAL Indonesia setelah sebelumnya SSV Pertama dengan nama BRP Tarlac 601 telah dikirimkan ke Filipina pada Mei 2016,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kapal perang ekspor perdana pesanan Kementerian Pertahanan Filipina ini menjadi bukti dan saksi kebanggan bangsa, karena melalui penguasaan desain dan teknologi perkapalan, PT PAL Indonesia turut andil dalam mendukung program poros maritim serta pemenuhan kebutuhan keamanan kemaritiman nasional.

Spesifikasi umum PKR 105 yakni memiliki Panjang 105,11 meter, Lebar 14,02 meter, Sarat Air 3,7 meter, Bobot 2.365 ton, Daya Angkut 100 + 20 Orang, Kecepatan max 28 Knots, Klas Llyod Register.

Spesifikasi umum SSV Panjang 123,0 meter, Lebar 21,8 meter, Sarat Air 5 meter, Bobot 7.200 ton, Daya Angkut 621 Orang, Kecepatan max 16 Knots, Klas Llyod Register. (sak/ist)