Pulau Enggano Selalu Dirindu Wisatawan
JALAN-JALAN PERISTIWA

Pulau Enggano Selalu Dirindu Wisatawan

Pariwisata merupakan sektor yang dapat menarik banyak investasi di negara-negara maju, baik karena keadaan alamnya maupun karena perkembangan wilayah. Salah satu yang dikenal dengan daerah pariwisata di Indonesia adalah Bali.

Pengembangan pariwisata terutama wisata bahari juga menjadi strategi pengembangan wilayah di Pulau Enggano. Hal ini diungkapkan Asisten Administrasi Pemerintahan, Sahat Marulitua Situmorang di Bengkulu, Kamis (11/8) lalu.

“Perkembangan wisata tidaklah mesti meninggalkan sistem nilai dan moral. Karena dengan pengembangan wisata bahari, wisatawan yang akan menikmati keindahan alam akan menyukai kegiatan seperti menyelam, berenang. Ini memang pekerjaan yang tidak singkat,” tambah Sahat.

Memberikan pelatihan kepada warga seperti membuat homestay, menurut Sahat, ini yang memerlukan campur tangan pemerintah pusat dan swasta.

Salah satu konsep pengembangan wisata, pemutaran iklan pariwisata di sebuah daerah wisata sangat mempengaruhi kunjungan ke daerah tersebut. “Saya yakin pemerintah pusat punya kemampuan untuk mengintervensi hal ini. Saya berharap Enggano akan lebih dikenal sebagai daerah wisata seperti halnya Bali,” tutur Sahat.

Pemerintah pusat, menurut Sahat, dapat membuat perbaikan bagi jalan dan infrastruktur di Enggano. Pesawat yang berangkat pagi dan bisa pulang sore dapat membantu kemajuan daerah Enggano. “Keindahan Enggano bisa didapatkan untuk wisatawan. Untuk wisata bahari sendiri, dapat diihat dengan pengembangan potensi yang ada di masyarakat, “ tutur Sahat.

Enggano, lanjut Sahat, dapat menjadi pulau masa depan yang indah karena penuh dengan kekayaan alam. “Saya yakin orang yang berkunjung ke Enggano akan merindukan untuk kembali ke sana,” tambah Sahat.

Setelah pembangunan berjalan, dengan didukung ketersediaan infrastruktur seperti penginapan, air bersih, listrik, dan aksesibilitas yang memadai akan membuat pengembangan kepariwisataan makin berkembang di Enggano.

Pulau Enggano memiliki luas 400,6 km2 dan panjang pantai 112 km dengan topografi berkisar 5 – 102 meter DPL. Puncak tertinggi mencapai 281 meter di Gunung Kana Buwabuwa, pasir pantainya berwarna putih dan ditumbuhi pohon kelapa dan perdu. Sebelah barat Pulau Enggano terdapat pulau-pulau kecil seperti Pulau Dua, Pulau Merbau, Pulau Bangkai, dan Pulau Satu.

Enggano memiliki beberapa sungai besar dan kecil seperti Sungai Air Kinono, Air Kianopo, dan Air Kuala Kikin. Keberadaan sungai-sungai itulah yang mempengaruhi keanekaragaman hayati di Pulau Enggano.

Seperti diketahui, Pulau Enggano, yang terletak di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, telah dipilih pemerintah menjadi lokasi pusat pelaksanaan upacara 17 Agustus tingkat nasional untuk pulau terluar.

Pemilihan pulau kecil terluar sebagai salah satu tempat perayaan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-71 itu, sejalan dengan semangat bahwa Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT) Indonesia memiliki nilai strategis sebagai Titik Dasar dari Garis Pangkal Kepulauan Indonesia dalam penetapan wilayah Perairan Indonesia, Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, dan Landas Kontinen Indonesia. (sak)