Putu Widhi: Tak Sia-sia Tinggalkan Keluarga
PERISTIWA PROFIL

Putu Widhi: Tak Sia-sia Tinggalkan Keluarga

Bagi perempuan yang telah menikah dan memiliki buah hati alias anak, meninggalkan keluarga demi melanjutkan studi merupakan salah satu tantangan.

Namun, berkat keteguhan hatinya, Putu Widhi Sudariani berhasil merampungkan studi dan predikat wisudawan terbaik jenjang S-2 Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga. Ia berhasil meraih IPK 3,88.

Ketika sedang sibuk-sibuknya menjalani residensi di Rumah Sakit Unair, anaknya yang berusia tiga tahun, sempat jatuh sakit. Di satu sisi, ia harus merampungkan studi, sementara anaknya sedang sakit dan membutuhkan kehadiran dirinya.

”Terus terang, kendala paling besar yang saya hadapi itu adalah ketika anak saya sakit dan harus masuk rumah sakit tanpa ada saya yang mendampingi. That was horrible. I felt bad for my son at that time. And I would never, ever, forget that moment,” tutur penulis tesis ‘Pengembangan Model Kompetensi Kepemimpinan Kepala Ruang Keperawatan RSUD Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat’ itu.

Pada tahun 2015, perempuan kelahiran 15 Oktober 1986 ini telah bekerja sebagai Koordinator Verifikasi Internal RSUD Kota Mataram. Kemudian, Widhi memperoleh izin tugas belajar dari Pemkot Mataram untuk fokus menyelesaikan studi.

Perjuangannya untuk fokus kuliah dan mendalami riset telah berbuah manis. Ketika menjalani residensi, Widhi dan kawannya yang lain di RS Unair diminta untuk membuat inovasi dalam bidang keperawatan.

Saat ini, alumnus SMUN III Mataram ini masih menunggu keputusan dari Badan Kepegawaian Daerah Kota Mataram untuk penempatan kerja kembali. Ia mengaku membutuhkan surat pengembalian dari kampus sebagai notifikasi bahwa masa studinya telah selesai.

“Terlepas dari urusan kampus, I think I’m a happy wife and a proud mother. I’m currently enjoying being near of my family,” pungkasnya. (sak)