Puzzle Gerigi Pecahkan Rekor MURI
KOMUNITAS PERISTIWA

Puzzle Gerigi Pecahkan Rekor MURI

Kegiatan penyambutan mahasiswa baru di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meriah. Berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Prestasi itu diperoleh lantaran kegiatan yang diberi nama Generasi Integralistik (Gerigi) 2016 itu menampilkan formasi puzzle yang membentuk lambang Sura dan Baya dengan jumlah mahasiswa terbanyak, yakni 4.500 orang, Minggu (28/8).

Gerigi 2016 memang sengaja dipersiapkan berbeda dan lebih menarik dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini pun kembali digelar Simulasi Ekspresi (Simeks). Jika biasanya Simeks dibuat dengan nuansa papermob. Kali ini, ribuan potongan puzzle dengan warna merah putih menjadi agenda utama dalam penutupan Gerigi.

Konseptor acara, Annisanastasia Deianeira mengatakan bahwa Simeks kali ini lebih menunjukkan rasa kecintaan kepada Tanah Air. Hal ini dibuktikan dengan warna merah dan putih kotak puzzle seperti warna bendera Indonesia. “Pas juga momennya dengan kemerdekaan Indonesia kemarin,” ujar Icha, sapaan akrabnya.

Icha juga mengungkapkan alasan yang mendasari tidak adanya logo ITS maupun Vivat seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kali ini panitia ingin menunjukkan cinta Indonesia tanpa harus menunjukkan identitas kampus.

“Kita ingin orang lain menebak-nebak darimana formasi ini dibuat. Jadi dibuat berbeda dengan kampus-kampus lainnya,” ujar mahasiswi Jurusan Teknik Industri ini.

Diakui Icha untuk membentuk formasi ribuan puzzle ini tidaklah mudah. Dengan jumlah mahasiswa baru (maba) yang begitu banyak, sangat sulit untuk mengkoordinasi sehingga memakan waktu yang cukup lama. Namun Icha mengaku puas dengan hasil yang ada. “Alhamdulillah hasil yang diabadikan oleh drone sangat bagus,” ucapnya bersyukur.

Formasi Puzzle 50 x 22,5 meter ini ternyata mendapat respon positif dari MURI. Penghargaan secara simbolis diberikan secara langsung oleh Wakil dari Rekor MURI kepada Dr (HC) Ir Tri Rismaharini MT, Walikota Surabaya serta BEM ITS sebagai Pemrakarsa.

“Semoga lewat Gerigi 2016 ini, adek-adek lebih bangga dengan menjadi mahasiswa ITS. Dan melanjutkan kontribusinya sebagai generasi emas yang bermanfaat bagi lingkungannya,” pungkas Icha.

Generasi Emas
Gerigi ITS 2016 memiliki tema Generasi Emas. Tak ingin sekedar tema, lebih dari seribu panitia berusaha membuat nyata kelahiran manusia-manusia pilihan melalui serangkaian kegiatan yang dikemas apik dan meninggalkan kesan.

Tema Generasi Emas sendiri mengandung makna dan doa yang terselubung. Dengan tema tersebut, panitia bermaksud membentuk mahasiswa baru 2016 menjadi insan-insan yang siap. “Siap memimpin dan siap membawa kejayaan bagi Indonesia 2045 nanti,” jelas Johan Satria Kristianda, ketua panitia.

Harapan itu mereka coba wujudkan dengan menanamkan nilai-nilai pada setiap kegiatan Gerigi. Seperti pada kegiatan Safari ITS yang dilangsungkan di hari kedua.

Selain jalan-jalan mengelilingi Kampus ITS, para maba yang dibagi dalam sepuluh kelompok provinsi ini juga dibekali pengetahuan mengenal kampus hingga materi terkait permasalahan bangsa Indonesia.

“Tahun ini maba benar-benar kami tunjukkan bagaimana kehidupan di ITS. Saat penjelasan mengenai kampus pun diberi pengertian bahwa mahasiswa ITS sering pulang malam. Lalu bagaimana cara menyelesaikan tugas kuliah yang banyak namun organisasi tetap jalan,” ungkapnya.

Panitia yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2014 dan 2015 tersebut memberi motivasi maba dengan memamerkan karya kebanggan ITS. Pada acara pembukaan, contohnya. Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD datang diantar Lowo Ireng, mobil listrik karya mahasiswa ITS.

Johan mengaku hal tersebut sengaja dikonsep panitia. “Kami ingin menunjukkan kepada mahasiswa baru bahwa ITS punya produk yang tak kalah keren dengan yang ada di luar sana,” ucapnya.

Dampak dari kehadiran electric supercar ITS ini pun luar biasa. Ribuan mahasiswa yang tengah kepanasan di lapangan tiba-tiba berebut ingin berdiri kala mendengar suara gahar dari mobil berwarna hitam legam itu. “Mahasiswa antusias sekali. Mereka sampai ingin maju,” tambah Johan.

Salah satunya adalah Naufal Nawa. “Mantap benar. Sangat membakar semangat. Saya jadi ingin meraih prestasi yg terbaik, ingin menciptakan sesuatu,” aku mahasiswa Jurusan Teknik Kimia itu seperti dikutip ITS Online. (sak)