Regine: Ingin Jadi Pengacara Rakyat Kecil
PERISTIWA PROFIL

Regine: Ingin Jadi Pengacara Rakyat Kecil

Regine Wiranata tak menyangka dirinya menjadi peserta ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan nilai tertinggi nasional bidang Sosial Humaniora.

Alumni SMA Cita Hati Surabaya ini berhasil lolos seleksi SBMPTN dengan score 842 dan diterima pada Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Karena ingin jadi pengacara bagi rakyat kecil.

Gadis kelahiran Surabaya, 30 Mei 1998 ini mengaku tak ada persiapan khusus ketika akan mengikuti SBMPTN. Ia hanya belajar secara mandiri dan tidak mengikuti program bimbingan belajar seperti kebanyakan siswa lain.

“Sebenarnya sebelum pelaksanaan SBMPTN itu waktunya aku ujian International Baccalaureate, program yang diadakan sekolah Cita Hati. Alhasil, persiapan mepet banget, baru bisa belajar SBMPTN setelah ujian kurang dari dua minggu. Apalagi waktu mengerjakan soal sempat kaget karena format soal berbeda dengan tahun lalu,” ujar Regine melalui Humas Unair.

Diakui Regine, ia memang berkeinginan untuk masuk FH Unair sejak dirinya mengikuti ALSA Courtlike Debate Championship (ACDC), ajang lomba debat yang diadakan FH Unair. Ketika itu Regine masih duduk di bangku kelas dua SMA. Ditambah lagi, orangtua Regine yang selalu mensupport cita-cita putrinya.

“Orangtua mendukung banget. Mereka nggak pernah menekan aku buat dapat prestasi. Tapi kalau aku mau ngejar sesuatu, mereka selalu dukung,” ujar Regine mengenai dukungan orangtua terhadap studinya.

Bahkan karena sudah mantap memilih FH Unair, Regine sampai tidak memilih pilihan kedua di SBMPTN. “Saya cuma mengisi pada pilihan satu, Fakultas Hukum Unair. Soalnya saya hanya benar-benar ingin kuliah di sana. Kalau SBMPTN tidak lolos, rencananya mau masuk FH Unair lewat jalur mandiri,” ungkapnya.

Apa rahasia sukses Regine menembus SBMPTN, bahkan menjadi “juara” nasional? Regine bahkan tidak ikut bimbingan belajar. Justru memilih belajar sendiri. “Saya cuma belajar sendiri di kamar. Latihan ngerjain soal-soal,” ungkapnya.

Bahkan saat ujian SBMPTN terbilang tidak mulus dan bikin deg-degan. Sebab sempat terlambat datang 10 menit ke lokasi ujian. Untungnya, Regine bisa mengerjakan soal-soalnya.

Saat ini, anak pertama dari tiga bersaudara ini sedang mempersiapkan diri melakukan pendaftaran ulang dengan mengumpulkan berkas dan persyaratan yang dibutuhkan. Diakuinya, ia telah mantap dengan pilihan studinya di FH Unair. Untuk mempersiapkan diri menjalani kuliah, saat ini lebih rajin untuk membaca buku dan menambah wawasan.

“Lebih banyak baca sih, sekarang. Tentang berita nasional dan internasional. Juga buku-buku filsuf dan pemikir,” ujar gadis yang memilih How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie sebagai buku favoritnya saat ini.

Regine berkomitmen bakal belajar sungguh-sungguh agar bisa meraih cita-citanya menjadi pengacara. Regine ingin membantu menegakkan hukum, terutama untuk rakyat kecil. ”Selama ini, tidak sedikit hukum yang bisa dibeli dengan uang. Masyarakat miskin selalu menjadi korban ketidakadilan hukum,” tegasnya. (sak/foto youthmanual)