Rekor MURI: BI Bagikan 1.000 Kartu Elektronik kepada 1.000 Nelayan
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Rekor MURI: BI Bagikan 1.000 Kartu Elektronik kepada 1.000 Nelayan

Bank Indonesia mencatat rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memperkenalkan transaksi nontunai kepada nelayan di daerah Batam, Kepulauan Riau.

Hal tersebut dilakukan melalui penyerahan 1.000 kartu Layanan Keuangan Terintegrasi (Lantera) kepada 1.000 orang nelayan, pada hari Sabtu, 13 Agustus lalu di Batam. Penyerahan 1.000 kartu Lantera disaksikan Gubernur BI, Agus DW Martowardojo.

Gubernur BI mengatakan bahwa pengenalan transaksi nontunai diharapkan mempermudah transaksi dan membantu manajemen keuangan, serta membuka akses keuangan para nelayan.

Belum terjangkaunya akses keuangan tersebut menimbulkan kesulitan memperoleh pembiayaan, yang diperlukan untuk pengembangan usaha. Selain itu, penghasilan nelayan yang antara lain bergantung pada faktor cuaca membuat manajemen keuangan nelayan sangat penting.

Penyerahan Kartu Lantera juga merupakan bagian dari komitmen BI menjalankan Gerakan Nasional Nontunai (GNNT), yang telah dicanangkan sejak 2014.

GNNT dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus mendorong penggunaan transaksi nontunai di Indonesia. Hingga saat ini, usaha berbagai pihak telah memungkinkan berkembangnya transaksi nontunai, misalnya dalam pembayaran di berbagai transportasi umum.

Kartu Lantera merupakan kartu elektronik yang dapat digunakan nelayan terutama untuk transaksi pembelian peralatan tangkap ikan dan kebutuhan sehari-hari.

Ke depan fitur kartu lantera akan dikembangkan menjadi berbasis uang elektronik terdaftar (registered) dan diintegrasikan dengan kartu ATM/Debet dengan media ponsel dan kartu.

Dengan adanya integrasi ini maka kartu Lantera juga dapat dimanfaatkan untuk penyaluran bantuan kepada komunitas nelayan serta disinkronisasikan dengan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Dalam penerbitan kartu ini, BI bekerjasama dengan lima bank penerbit kartu elektronik, yaitu Mandiri, BNI, BRI, BTN dan BCA. Penyerahan 1.000 kartu Lantera kepada 1.000 nelayan secara serentak diharapkan dapat dilanjutkan pula dengan pengenalan nontunai kepada nelayan di seluruh daerah di Indonesia. (sak)