Rekor MURI di Festival Nongkojajar
JALAN-JALAN PERISTIWA

Rekor MURI di Festival Nongkojajar

Kabupaten Pasuruan serius menggelorakan potensi wisatanya. Festival Nongkojajar 2016 digelar ditandai dengan pawai tumpeng apel dan nyunggi tangki susu sapi hasil perahan, berhasil mencatat rekor MURI.

Event yang digelar mulai pukul 07.00 WIB, Sabtu (27/8) dimulai dari Balai Desa Wonosari dan berakhir di Lapangan Tutur, Kecamatan Tutur. Pawai dilepas Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf dan Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf.

Gus Ipul mengatakan, yang memberikan kontribusi pada kemajuan Jatim adalah masyarakat petani apel dan peternak susu di Kec Tutur. “Pasokan susu nasional 30 persennya di suplai Jatim, dan 15 persennya berasal dari peternak sapi yang berada di Tutur ini,” ungkapnya.

Pawai diikuti 1.087 pembawa tumpeng apel dan 1087 pembawa tangki susu. Sepanjang jalan dari Wonosari hingga Lapangan Tutur nyaris jadi lautan apel dan susu. Ribuan warga berjubel menyaksikan pawai yang unik itu.

Para peserta pembawa tumpeng apel yang semuanya kaum perempuan tampak semangat mengikuti pawai. Sepanjang jalan mereka tak hentinya tersenyum sembari membawa talam berisi apel berbentuk tumpeng.

Tak kalah semangat juga para pembawa tangki susu. Meski tampak berat, mereka antusias menyunggi tangki susu karena sudah terbiasa. “Ini untuk memperingati hari jadi Kabupaten Pasuruan yang ke-1087. Selain itu, untuk semakin mengenalkan kawasan wisata Nongkojajar,” kata Gus Irsyad, sapaan akrab Bupati Pasuruan.

Selain untuk promosi potensi daerah, pawai tersebut juga untuk mengenalkan destinasi pariwisata daerah Kabupaten Pasuruan. Kawasan Kecamatan Tutur, selama ini merupakan produksi buah apel dan penghasil susu terbesar. “Pawai ini tercatat dan tercetak di rekor Museum Rekor Indonesia (MURI),” jelas Gus Irsyad.

Selain pawai tumpeng apel dan tangki susu, Festival Nongkojajar 2016 juga dimeriahkan jalan santai, seni rebana dan drum band.Jalan santai juga dimulai dari Desa Wonosari hingga Lapangan Tutur. Jalan santai diikuti 12.000 orang juga dilepas Gus Irsyad.

Para peserta jalan sehat mengenakan kaos warna putih kombinasi merah dengan logo Festival Nongkojajar 2016. Para peserta ini juga dikasih kupon undian. “Hadiah utamanya dua ekor sapi,” jelas Gus Irsyad.

Festival Nongkojajar 20166 bertujuan mempromosikan kawasan agrowisata ini ke masyarakat di luar Kabupaten Pasuruan. Kawasan dingin ini penghasil apel terbaik se-Jatim. Selain apel, di Nongkojajar juga tumbuh paprika yang renyah, bunga krisan, bunga mawar, straberry hingga durian.

Kawasan ini juga memiliki potensi besar peternakan sapi perah. “Potensi wisata di Kabupaten Pasuruan tidak kalah dengan daerah lain,” kata Gus Irsyad dengan nada bangga. (sak)