Rencana Biaya Pendidikan via Investasi Emas
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Rencana Biaya Pendidikan via Investasi Emas

Pendidikan merupakan kebutuhan mutlak anak-anak kita. Ibarat menanam benih, dengan pendidikan yang diberikan akan menghasilkan buah di masa yang akan datang. Tak heran jika sebagian masyarakat mengkategorikan biaya pendidikan sebagai investasi, yakni investasi sumber daya manusia.

Tak dapat dipungkiri, meski pemerintah menyiapkan program pendidikan yang berpihak pada upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, masih diperlukan biaya tidak sedikit untuk mendapatkan hasil terbaik dari pendidikan anak-anak.

Biaya tambahan bimbingan belajar, buku, kos, transportasi dan beragam biaya lainnya, alangkah bijaksana jika dipersiapkan sejak awal, agar tidak membebani keuangan keluarga di kemudian hari.

Ada berbagai macam cara yang dapat dilakukan dalam mempersiapkan biaya pendidikan. Perbankan mengeluarkan produk tabungan pendidikan, perasuransian mengeluarkan produk asuransi pendidikan. Ada pula model tabungan emas yang dapat dijadikan alternatif dalam perencanaan keuangan.

Sejak zaman dahulu, orang-orang tua memilih emas sebagai sarana investasi atau tabungan. Mengapa emas dipilih sebagai sarana investasi?

Pertama, emas memiliki nilai relatif stabil bahkan cenderung naik. Tahun 90-an harga emas murni pergram dibawah angka Rp 50 ribuan. Begitu krisis 1998 melonjak sampai Rp 200 ribu, dan saat ini di tahun 2016 mendekati angka Rp 600 ribu pergram.

Terbukti, emas menjadi pilihan investasi yang aman, terbebas dari inflasi dan memiliki fungsi lindung nilai ketika terjadi ketidakstabilan ekonomi yang mengakibatkan fluktuasi nilai mata uang.

Kedua, investasi emas itu nyata. Fisik barang dikuasai pemilik atau investor, sehingga risiko investasi disalahgunakan pihak lain dapat diminimalkan. Bahkan emas perhiasan dapat dipakai untuk mendukung penampilan dan meningkatkan rasa percaya diri. Bagi kalangan tertentu emas menjadi bagian gaya hidup.

Ketiga, emas mempunyai likuiditas tinggi, mudah dibawa, dan diperjualbelikan dimana saja serta kapan saja. Volume barang yang terbuat dari emas relatif kecil tetapi memiliki nilai uang yang cukup tinggi. Coba bandingkan emas senilai Rp 500 juta dengan mobil seharga, emas cukup disimpan dalam laci, sedangkan mobil perlu garasi.

Bagaimana cara merencanakan biaya pendidikan dengan emas?

Misalnya anak kita tiga tahun kedepan masuk ke SMA favorit dengan biaya Rp 18 juta. Dengan asumsi harga emas stabil Rp 600 ribu pergram, maka kita perlu 30 gram emas untuk membiayainya. Tiap tahun kita harus mempersiapkan 10 gram emas sehingga di tahun ketiga ketika diperlukan emas 30 gram telah terkumpul.

Untuk mendapatkan emas tersebut dapat memanfaatkan produk MULIA (Murabahah Logam Mulia Investasi Abadi) di Pegadaian. Pembelian emas dapat dilakukan tunai maupun angsuran, mulai jangka waktu 3 s/d 36 bulan dengan muka minimal 20 persen. Pembelian angsuran dapat dilakukan perorangan, kolektif atau arisan.

Begitu proses pembelian selesai, Pegadaian langsung mengorder emas yang dibeli. Untuk pembelian tunai emas dapat diterima langsung atau selambat-lambatnya 30 hari, tergantung stok barang dan lokasi pembelian. Bila dibeli angsuran, emas diserahkan setelah lunas pembayaran.

Selain pembelian sistem angsuran tetap, Pegadaian juga melayani tabungan emas. Setoran tabungan dapat dilakukan dengan uang minimal Rp 5 ribu-an atau setara emas 0,01 gram. Uang yang ditabung langsung dikonversikan ke satuan berat emas. Tabungan dapat diambil dalam bentuk emas batangan dalam pecahan 5, 10, 25, 50, 100 dan 250 gram atau bentuk uang tunai sesuai harga buy back saat pencairan. (sak)