Ribuan Lampion di Surabaya Dipertahankan
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Ribuan Lampion di Surabaya Dipertahankan

Meski gawe besar berkelas internasional Prepcom3 for UN Habitat III telah usai digelar, tetapi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memasang ribuan lampion yang ada di sudut-sudut Kota Surabaya secara permanen.

“Lampion yang ada di sepanjang jalan-jalan kota itu tidak akan dicopot. Karena memang akan mempercantik kota Surabaya,” kata Kabag Humas Pemkot, M Fikser pada wartawan.

Meski enggan memaparkan berapa dana yang dialokasikan untuk mempercantik kota, berkaitan kehadiran tamu anggota PBB itu, Fikser menyatakan jika keputusan membiarkan lampion itu terus bertengger sudah disepakati sejak awal.

Diakui atau tidak, keberadaan lampion itulah yang mengundang decak kagum sebagian besar tamu yang datang dari berbagai belahan dunia. Selain disebar di sepanjang jalan Tunjungan yang jadi satu venue penyambutan, sejumlah tempat wisata juga dihiasi lampion berbagai warna dan bentuk.

Termasuk sepanjang Kalimas yang dijadikan arena penutupan acara dengan sajian wisata Perahu Naga. Ada juga lampion yang dipasang di beberapa sudut kawasan wisata Religi Sunan Ampel, taman kota dan areal pedestrian.

Kiat inilah yang menjadikan salah satu kunci sukses pelaksanaan Prepcom3 for UN Habitat III. Areal yang dihiasi lampion warna-warni jadi lokasi selfie warga, wisatawan dan delegasi. Sudut-sudut kota jadi populer di dunia karena jadi obyek foto hampir semua delegasi. Begitu juga di sosial media. Sudut-sudut Surabaya jadi lebih populer dari sebelumnya.

Kepala DKP Pemkot Surabaya Chalid Buchori menambahkan lampion itu akan dijaga karena akan dipermanenkan. “Fokus kita sekarang tidak lain menjaga keberadaan lampion itu dengan baik. Selain mengamankan tentu saja mengawasai, kalau sampai ada lampu mati akan segera digantikan,” katanya.

Diakui, keberadaan lampion itu menjadi satu kiat menarik wisatawan agar kerasan tinggal di Surabaya lebih lama. Selain menambah cantik wajah kota yang telah berusia 723 tahun, malam hari kota Pahlawan akan terlihat molek. Lebih-lebih pemandangan di malam hari. Khususnya kawasan jalan Tunjungan maupun di Kalimas.

Harapannya, warga kota ikut menjaga dan mengamakan keberadaan lampion tersebut. “Kami berharap itu saja. Tolong masyarakat ikut menjaga dan memelihara agar kota kita tetap terlihat cantik kendati acara internasional sudah beakhir,” tambah Cholid lagi. (sak/foto cak ratno)