Ridwal Kamil, Maestro Museum Tsunami
JALAN-JALAN PERISTIWA

Ridwal Kamil, Maestro Museum Tsunami

Museum Tsunami Aceh berdiri megah dan menjadi kebanggaan rakyat Aceh. Museum ini didirikan sebagai sebuah saksi terhadap musibah maha dahsyat yang terjadi di 26 Desember 2004. Museum ini diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 23 Februari 2008. Bahkan saat liburan Lebaran lalu, Museum Tsunami Aceh menjadi primadona wisatawan lokal dan internasional.

Ternyata arsitek Museum Tsunami adalah Muhammad Ridwan Kamil, atau yang sekarang terkenal dengan nama Kang Emil dan menjadi Walikota bandung. Sang Maestro ini memenangi sayembara yang dilaksanakan Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) Aceh. Mengalahkan 153 pesaing yang juga ikut dalam sayembara, seperti ditulis glory-travel.com.

Ridwan sekarang tengah menjadi primadona dikarenakan mampu menyulap kota Bandung menjadi sangat indah pada kegiatan Konferensi Asia Afrika lalu dan menjadikan Bandung jauh berbeda dibanding masa-masa sebelumnya.

Ridwan rupanya sudah lebih dulu membuat sesuatu untuk masyarakat Aceh melalui sentuhan karyanya di Museum Tsunami. Dengan tema ‘Rumah Aceh as Escape Hill’, Kang Emil menyajikan ilustrasi luar biasa dari desain museum tsunami, berbentuk seperti Kapal PLTD Apung yang maha besar.

Dia merancang sisi-sisi Museum Tsunami seperti Lorong Tsunami dimana, disana akan berada dalam kegelapan dengan lorong yang diisi percikan-percikan air yang menggambarkan bagaimana tinggi dan gelapnya gelombang tsunami. Pada suatu kesempatan, Ridwan pernah mengaku menangis saat mendesain bangunan megah seluas 2.500 meter persegi itu. Baginya, itu adalah pekerjaan tersulit selama hidupnya.

Setelah itu ada ruang visual untuk melihat foto-foto kejadian tsunami. Setelah itu sampai ke ‘Cerobong Doa’, dimana terdapat ribuan nama yang menjadi korban tsunami dan juga disudut atas terdapat tulisan ‘ALLAH’ sebagai tanda bahwa manusia semuanya akan kembali kepada Allah.

Setelah itu pengunjung akan berputar-putar dalam terowongan harapan dimana dari gelap menuju terang, sebagai tanda rakyat Aceh bangkit dari tsunami.

Dan sampai ke jembatan perdamaian, terdapat banyak negara donor yang membantu Aceh saat tsunami. Di lantai 2 ada ruang video yang menyajikan video tsunami selama 9 menit. Di sebelahnya ruangan display dan ruangan sains tentang tsunami dan gempa bumi.

Ridwan berhasil memadukan kearifan lokal dan kejadian tsunami menjadi karya yang indah. Museum Tsunami merupakan karya luar biasa. Banyak turis lokal dan mancanegara kagum dengan bentuk Museum Tsunami Aceh. Turis yang datang ke Aceh, menjadikan Museum Tsunami sebagai destinasi yang wajib dikunjungi. Dan Museum Tsunami hanya ada di Aceh.

Alumni ITB Bandung ini terkenal jago bidang arsitek. Banyak lagi hasil desain Kang Emil yang menjadi primadona. Alun-alun Bandung, satu mesjid di Bandung juga menjadi membikin kagum.

Masyarakat Aceh sangat berterima kasih untuk Ridwan yang mampu melahirkan karya yang luar biasa bagi masyarakat Aceh. Museum Tsunami Aceh menjadi aset berharga. Setiap hari ratusan pengunjung datang dan masuknya pun gratis. Namun ada syarat masuk ke museum, tidak boleh membawa tas besar. Hanya boleh bawa dompet dan kamera. (sak)