Lebaran, RSUD Dr Soetomo Siagakan 102 Petugas dan 118 Ambulans
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Lebaran, RSUD Dr Soetomo Siagakan 102 Petugas dan 118 Ambulans

Mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien rujukan, selama libur Lebaran 2016, RSUD Dr Soetomo menyiagakan sedikitnya 102 petugas yang terdiri 73 tenaga pelayanan dan 29 tenaga penunjang, serta 118 unit ambulans.

“Kami siaga layanan 24 Jam selama Lebaran mulai dari tim medis peralatan medis dan inftrastruktur agar pada saat libur Lebaran tidak terjadi kendala,” kata Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medik RSUD dr Soetomo, Dr Joni Wahyuhadi dr SpBS kepada media di Surabaya, Jumat (1/7).

Langkah ini menurutnya, telah terprogram jauh hari sebelum lebaran tiba, termasuk membuat buku panduan lengkap dengan nomor telepon sehingga memudahkan bagi masyarakat mendapatkan penanganan dengan kondisi kegawat daruratan. “Dokter On Call juga kami siapkan, kalau ada dokter On Call tidak bisa dihubungi akan kena sanksi karena ada direksi yang jaga,” tuturnya.

Sedangkan untuk fasilitas lanjut dr Joni, selain Instalasi Rawat Darurat (IRD), RSUD Dr Soetomo juga membuka kamar operasi pusat kalau diperlukan. “Misal ada kecelakaan massal, karena UGD kan kamarnya hanya enam, maka harus dibuka kamar operasi pusat, ICU pusat juga, termasuk ambulans kami siapkan 118 unit,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk obat-obatan hingga saat ini tidak ada kendala, semua stok obat mencukupi. Tidak itu saja untuk pasien dengan kondisi berat, rumah sakit milik Pemprov Jatim ini juga siap menerima tanpa ada surat rujukan. Bahkan jejaring antar rumah sakit dilakukan agar penanganan pasien dapat lebih obtimal.

“Memang sejak berlakunya JKN, RSUD Dr Soetomo itu sekarang di level 3, yang berat-berat saja dibawa ke sini. Cuma kalau emergensi bisa langsung, artinya tidak harus di RS type B atau C dulu. Tapi kalau yang ringan bisa di RS atau layanan kesehatan lainnya,” ujarnya.

Joni memprediksi, peningkatan jumlah pasien justru terjadi setelah Lebaran, ini mengacu pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya “Sebenarnya yang perlu mendapat kewaspadaan itu setelah Lebaran. Banyak dari masyarakat setelah puasa selesai, pola makan berubah, segala makanan dimakan, sehingga timbul penyakit, itu yang perlu diwaspadai,” imbuhnya. (sak)