Sapu Angin Speed 4 Siap Diadu di Jepang
KOMUNITAS PERISTIWA

Sapu Angin Speed 4 Siap Diadu di Jepang

Masih diselimuti nuansa kemerdekaan Indonesia ke-71, para mahasiswa ITS yang tergabung dalam Tim Sapu Angin ITS kembali akan mengukir prestasi. Awal September ini, mereka akan berlaga dalam Student Fornula Japan (SFJ) di Shizuoka, Jepang. Mobil Sapu Angin Speed generasi empat (SAS 4) yang akan mereka gunakan pun resmi dilaunching di TS Cafe Surabaya Town Square, Jumat (20/8).

Launching SAS 4 yang merupakan perbaikan dari SAS 3 dihadiri Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, dan Ageng Giriyono General Manager MOR V Pertamina Lubticant.

Tak hanya dihadiri para petinggi, sivitas akademika dan alumni Jurusan Teknik Mesin pun terlihat mewarnai peluncuran SAS 4 yang dibuat untuk menghadapi Student Formula For Japan (SFJ) 6 September mendatang. “Pencapaian SAS 4 hingga saat ini tak lepas dari dukungan penuh para Alumni dan seluruh Keluarga Mahasiswa ITS (KM ITS),” ungkap Ardoldus Adro Pradhito, Humas Tim SAS.

Ir Witantyo M Eng Sc, dosen pembimbing Sapu Angin (SA) menjelaskan, sebelum launching telah melakukan uji keandalan di Kodam, dengan pencapaian 40 lap (putaran, red). “Alhamdulillah tidak mengalami masalah, malah melampaui target di mana untuk menjadi juara paling tidak harus mencapai 20 lap. Selanjutnya kami akan melakuan uji kecepatan pada hari Sabtu,” jelasnya

Tim ITS akan berlaga dalam kejuaran SFJ selama lima hari sejak Selasa (6/9). Setelah menjalani perancangan teknis selama satu tahun, dengan enam bulan pembuatan desain dan enam bulan perancangan mekanis Sapu Angin Speed (SAS) dinyatakan siap turun ke arena.

“Selama pembuatan SAS tidak mengalami kendala yang berarti. Kami hanya terkendala oleh waktu, dimana kami sebagai mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan empat kali kompetisi dalam satu tahun,” ungkap Adro.

Pada tahun kedua SAS pernah mengalami kendala yang cukup besar, yakni tidak dapat menjalani dinamic event yaitu salah satu yang dikompetisikan di ajang SFJ dikarenakan terjadi badai di arena balap. “Memang yang paling ditakutkan adalah masalah cuaca,” terangnya

Pria kelahiran Jakarta ini memaparkan bahwa mobil telah menjalani empat kali evaluasi dengan tujuan meningkatkan performa. “Hasilnya memuaskan, semuanya mengalami peningkatan. Dari uji sirkuit delapan yang tahun kemarin mencapai waktu 12 detik, kini menjadi 11 detik. Sedangkan pada uji autocross mengalami peningkatan pada handling, dan peningkatan waktu pada uji slalom variasi,” ujarnya

Dalam kompetisi kali ini SAS memiliki tiga keunggulan baru, yakni pada knalpot yang merupakan rakitan tangan. Kedua adalah pada material mobil, yang sebelumnya menggunakan body fiber glass kini menggunakan karbon fiber yang lebih ringan dan kuat.

Dan yang terakhir adalah pada chasis. “Untuk desain chasis SAS 4 dapat mengurangi bobot dan lebih rigid yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan performa,” ungkap mahasiswa angkatan 2012 ini

Pria yang akrab disapa Adro ini menambahkan bahwa target tahun ini adalah meraih sepuluh besar. “Pada saat di arena nanti pesertanya sangat kompetitif karena kebanyakan berasal dari mahasiswa Jepang. Harapannya semoga ketika menjalan uji spesifikasi, static event, dan dinamic event bisa berjalan dengan lancat,” katanya.

“Kami yakin karena pada tahun lalu mencapai peringkat 47. Ada yang baru dari SAS 4 yaitu warnanya yang disamakan dengan motor milik pembalap Valentino Rosi. Kami memberi warna serupa mengingat angka 47 dekat dengan 46 milik Rosi,” imbuh Ardo.

Sementara itu, Walikota Surabaya mendukung penuh tim SAS. Wanita yang menjabat selama dua periode ini menyarankan untuk memberikan hak paten pada mobil hemat energi karya anak bangsa.

“Mesin ITS ini memiliki kekuatan yang tangguh. Saya telah menyiapkan sirkuit di Surabaya yang inshaAllah akan dapat segera digunakan untuk test drive. Jika bisa saya pun ingin menggunakan mobil SA untuk kendaraan ke kantor,” pungkasnya tertawa. (sak)