Sonny : Anggota PETA Ditempatkan di Papua
PERISTIWA PROFIL

Sonny : Anggota PETA Ditempatkan di Papua

Cerdas, petualang, pemberani dan berjiwa sosial tinggi itu yang nampak dari anggota Patriot Energi Tanah Air (PETA). Tidak semua orang dan tidak banyak orang yang memilih menjadi seperti mereka.

Mereka memilih jalan yang sulit di daerah yang sangat minim infrastrukturnya daripada kemapanan yang dididamkan banyak anak muda. Anggota PETA merupakan sarjana-sarjana yang terbaik yang bukan saja pada nilai akdemiknya namun juga di masalah karakter, attitude, dan sikap dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.

Salah seorang anggota PETA, Sonny bersama dengan satu rekan akan ditempatkan di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua selama satu tahun. Latar belakang pendidikan Sonny adalah Teknik Pertanian Universitas Gajah Mada angkatan 2009.

Sonny sejak awal kuliah sudah aktif berorganisasi dalam pengkaderan dan pemberdayaan masyarakat. Sejak dibuka program PETA tahap I sudah menyatakan ketertarikannya sehingga Sony bergabung dalam PETA gelombang I.

Sonny langsung ditempatkan di lokasi yang sudah ditentukan dan langsung melakukan tugas dan fungsinya sebagai anggota PETA yakni melakukan pendampingan pada masyarakat dan memberikan pencerahan terkait masalah energi baru terbarukan selama enam bulan.

Saat gelombang kedua dibuka, Sonny bersama 34 anggota PETA gelombang I kembali bergabung bersama anggota PETA gelombang II. Ketika ditanyakan apa yang memitivasinya untuk kembali bergabung pada PETA?

Sony menjawab, “Kapan lagi bisa berkontribusi buat Negara dan mumpung ada yang memfasilitasi, karena gak mungkin bagi kami ujug-ujug datang terus ketemu masyarakat dan tinggal disana,” tegasnya.

Menjadi Patriot Energi pada prinsipnya adalah mengabdikan diri untuk hidup bagi rakyat kebanyakan dan hadir untuk merasakan apa yang rakyat rasakan. Patriot Energi dapat disebut sebagai sarjana rakyat yang menerapkan bahasa cinta dalam hidup keseharian.

”Dengan bergabung di PETA kita bisa mengetahui kondisi masyarakat setempat yang katanya saudara kita setanah air, kaya gimana se kondisinya mereka sebenarnya da nada kebetulan ada yang mewadahi dan kita dapat pelatihannya juga,” lanjut Sonny.

Gelombang I, Sonny dikirim menjalani tugasnya di Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Nunukan Kecamatan Seboko di perbatasan Indonesia dan Malaysia selama enam bulan. Gelombang II, Sony dikirim ke Kabupaten Keerom Provinsi Papua didekat perbatasan Indonesia dan Papua Nugini selama satu tahun.

Mengenal Program PETA
PETA adalah bentukan Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Anggota PETA dipilih berdasarkan seleksi yang bukan hanya masalah akademik namun juga attitude atau karakter. Cerdas dan memiliki jiwa sosial dan juang yang tinggi merupakan nilai lebih yang wajib dimiliki anggota PETA. Anggota PETA merupakan anak-anak muda yang bukan hanya memiliki nilai akademik baik namun juga memiliki watak dan karakter yang sangat baik.

Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Energi Baru Terbarukan, Tri Mumpuni yang juga penanggungjawab program PETA mengatakan, anggota-anggota Patriot Energi sebelum bertugas di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya, diberikan pembekalan selama dua bulan.

Pembekalan yang diberikan terdiri dari survival hutan dan air. Survival hutan dilakukan dengan menempatkan mereka selama seminggu di Gunung Burangrang, Purwakarta Jawa Barat tanpa bekal apapun, mereka mencari sendiri kebutuhan makan dan minumnya.

Tri menambahkan, anggota Patriot Energi juga mendapatkan materi pendidikan mengenai sadar diri, kenal diri, dan mampu mengenal bagaimana memanfaatkan dirinya untuk orang lain. Dan mereka juga tentunya juga mendapatkan materi mengenai energi baru terbarukan. Sehingga meraka paham bener nantinya di desa mereka bisa memberikan solusi terhadap barang-barang yang sudah dipasang oleh Kementerian ESDM.

“Mereka selama satu minggu mengalami yang namanya life in concept yaitu tinggal bersama satu keluarga di desa yang terpencil yang kita pilih di daerah subang sukamandi berinteraksi mengikuti kegiatan petani setiap hari. Jadi kalau petaninya ke sawa, dia ikut nyangkul, di kebun dia ikut nyawah semua selama 24 jam selama seminggu mereka mengikuti dan mengalami pengalaman itu,” lanjut Tri.

Selanjutnya saat berangkat ke lapangan, kembali mereka diberikan tambahan empat kompetensi yakni keteknisan, kejuangan, mampu membangun berbasis kemampuan masyarakat dan terakhir keikhlasan. Pembekalan itu diperlukan saat ditempatkan di lokasi bekerja karena umumnya lokasinya daerah terpencil, terisolir dan sangat terbatas sarana infrastrukturnya.

“120 anggota PETA gelombang ke II akan ditempatkan selama satu tahun di 105 desa di 39 Kabupaten yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Desa-desa tersebut terdiri atas 26 desa di Pulau Sumatera, 24 desa di Kalimantan, 25 desa di Sulawesi, dan 30 desa di wilayah Nusa Tenggara, Maluku, serta Papua,” ujar Menteri ESDM Sudirman Said.

Tujuan penempatan Patriot Energi di desa-desa adalah mengidentifikasi masalah, membantu masyarakat dan melihat, serta memfasilitasi proyek Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), agar proyek tersebut benar-benar tepat sasaran. Mereka akan menjadi supervisor proyek pembangkit listrik yang berasal dari energi terbarukan di daerah terpencil. (sak)