Sediakan Koridor Penggiat Startup Berkreasi
KOMUNITAS PERISTIWA

Sediakan Koridor Penggiat Startup Berkreasi

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan rasa bangga kepada penggiat Gerakan 1000 Startup.

“Saya senang berada diantara teman-teman di sini, karena bisa belajar mengenai dunia startup digital, e-commerce dan lainnya,” tuurnya dalam Rapat Kerja Co Working Session Gerakan 1000 Startup Digital di Rumah Panggung Sanur, Denpasar, Jumat (28/10).

Dunia digital startup dijelaskan Rudiantara tidak bisa diregulasi dengan ketat agar bertumbuh. Oleh karena itu, pemerintah akan menyediakan koridornya agar setiap penggiat start up digtal dapat berkreasi maksimal.

“Pemerintah sediakan koridornya untuk teman-teman berkreasi. Saat ini Kominfo tengah siapkan peta jalan e-commerce. Dimana salah satunya terkait pendanaan. Satu yang disiapkan Kominfo adalah penggunaan dana USO untuk digital ekonomi. Jadi saya akan meminta bantuan teman-teman,” tegasnya.

Lebih lanjut Menkominfo menjelaskan negeri ini butuh anak muda untuk membangun e-commerce Indonesia. “Kominfo tidak memiliki kapasitas mereview rencana bisnis dan model bisnis. Jadi kita bantuan teman-teman untuk bangun e-commerce,” tambahnya.

Rapat co-Working grup ini sekaligus juga mereview progress Hacksprint Gerakan 1000 Startup Digital yang telah dilakukan di Jakarta, Surabaya dan Jogja.

Chief of Activist FemaleDev, Alamanda Shantika menjelaskan bahwa pada fase mentoring ditemukan bahwa dari ketiga kota tersebut, Surabaya dan Jogja lebih beragam startup-nya.

“Problemnya di luar kota lebih dalam, dan yang menang biasanya orang yang ahli si bidangnya seperti Tim Roster yang menawarkan solusi untuk memberi pakan ayam broiler otomatis dan terintegrasi IoT,” jelas Alamanda.

Sampai pada tahapan Hacksprint di tiga kota Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta terdapat 14.318 aplikan. Dengan 1.515 partisipan yang diseleksi, 129 mentor, 70 partner dan 311 media coverage dan peserta Hacksprint 367 orang. (sak)