Semen dan Pelindo Bentuk Anak Usaha
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Semen dan Pelindo Bentuk Anak Usaha

Semen Indonesia bersama Pelindo I akan membentuk anak usaha yang akan menangani operasional distribusi semen di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Nota kesepahaman rencana kerjasama pengembangan bisnis tersebut sudah diteken kedua belah pihak.

Dirut Semen Indonesia, Rizkan Chandra mengatakan ada dua MoU yang dilakukan antara Semen Indonesia dan Pelindo I. MoU pertama terkait pemanfaatan pelabuhan Kuala Tanjung yang akan digunakan untuk distribusi semen. Kedua, terkait pemanfaatan produksi semen di lingkungan Pelindo I.

“MoU pertama itu kerjasama di pelabuhan dan nanti akan dibentuk anak usaha bersama dengan Pelindo I. Anak usaha bersama tersebut akan menangani operasional pelabuhan khusus semen di tempat tersebut,” ungkap Rizkan Chandra di Jakarta, Kamis (30/6).

Menurut Rizkan, biasanya Semen Indonesia membangun sendiri pelabuhan untuk distribusi. Kini, Semen Indonesia melakukan sinergi dengan memanfaatkan lokasi yang ada di Kuala Tanjung sebagai keuntungan bersama. “Jadi nantinya ada perusahaan bersama yang akan mengelola fasilitas tersebut,” ujarnya.

Dalam pembentukan anak usaha tersebut, Semen Indonesia belum mengetahui besaran dana atau modal yang dibutuhkan untuk membangunnya. Oleh karenanya Semen Indonesia belum menentukan besaran modal yang akan dikucurkan.

Namun, sebagai modal awal disetor yang biasanya 30 persen dari total pembangunan, sehingga perkiraan tersebut yang akan disetorkan kedua belah pihak. “Yang jelas besarannya tidak akan jauh berbeda antar masing-masing pihak,” imbuhnya.

Sedangkan Ditur Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengatakan dalam pembentukan anak usaha bersama ini, bagi Pelindo I tidak mempedulikan persentase saham. “Karena sama-sama BUMN. Jadi, kalau Semen Indonesia mayoritas tidak masalah,” ujarnya.

Kerjasama tersebut sebagai wujud sinergi BUMN sehingga yang paling menikmati tentu negara sebagai pemilik. Meski begitu bagi Semen Indonesia akan terus melakukan tiga hal terkait dengan ekspansi, baik di tingkatan regional, hilir, dan domestik meliputi produksi semen dan turunannya yang membutuhkan investasi yang besar.

“Sehingga kita fokus pada core bisnis kita, yaitu semen dan bisnis-bisnis turunan dari semen,” kata Rizkan. Oleh karenanya untuk biaya yang bisa dihemat dalam distribusi semen, sebagai salah satu biaya yang cukup besar di dalam struktur pembiayaan Semen Indonesia, berkisar antara 15 persen sampai 20 persen.

Apalagi investasi yang biasa dilakukan Semen Indonesia membangun pelabuhan, dana yang dikucurkan bisa mencapai Rp 100 miliar. Sekarang bisa dilakukan bersama Pelindo I.

Bambang menambahkan, Pelindo I tidak mengharapkan diskon apapun dari Semen Indonesia, karena dengan kontraktor Pelindo I memakai semen milik Semen Indonesia, akhirnya volume tersebut otomatis akan masuk ke pelabuhan milik Pelindo I.

Bagaimanapun Pelindo I memperoleh keuntungan dari volume yang masuk ke pelabuhannya. “Jadi kita bukan lagi minta diskon tapi bagaimana kita mendorongnya sehingga volume akan bertambah dan kita akan dapat untung,” pungkasnya. (sak)