Serahkan Gratifikasi Pengusaha Rusia
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Serahkan Gratifikasi Pengusaha Rusia

Presiden Joko Widodo melalui Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Darmansyah Djumala menyerahkan tiga hadiah atau gratifikasi yang diterimanya dari perusahaan minyak swasta asal Rusia, Rosneft kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Isinya ada tiga macam diberikan secara berkala, ada lukisan, dalam beberapa waktu diberikan lagi tea set (perangkat penyaji teh) kemudian yang ketiga pelakat. Tiga hadiah inilah yang kami laporkan kepada Pak Agus Rahardjo Ketua KPK,” kata Darmansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/10) siang.

Menurut Darmansyah, hadiah-hadiah itu diberikan melalui pihak ketiga di Indonesia, yaitu PT Pertamina.

“Diberikan secara bertahap sejak kami kembali dari kunjugan ke Rusia, cek saja tanggalnya berapa. Tetapi tidak langsung ke Pak Presiden, tetapi melalui pihak ketiga, yaitu Pertamina,” terangnya.

Jokowi memang pernah melakukan pertemuan dengan CEO Rosneft, Igor Sechin, di Hotel Radisson Blu, Sochi, Rusia, pada 20 Mei lalu. Sebagaimana diketahui, Presiden telah melakukan kunjungan kerja ke Rusia pada 19-20 Mei 2016.

Darmansyah tidak bisa menjelaskan berapa nilai dan terkait proyek apa soal pemberian tiga hadiah yang diberikan kepada Jokowi itu.

“Saya tidak tahu tapi kelihatannya bagus, mahal. Saya tidak bisa menduga nanti dibilang suudzon,” ujarnya.

Kasetpres Darmansyah Djumala mengatakan, penyerahan hadiah tersebut ke KPK merupakan instruksi langsung yang disampaikan Jokowi pada Jumat (28/10) pagi.

“Bapak Presiden menginstruksikan kepada saya melaporkan hadiah ini kepada Ketua KPK langsung, dan saya sudah serahkan tadi. KPK tentu akan melanjutkan serta memproses lebih lanjut sesuai dengan standar yang berlaku,” kata Darmansyah.

Sebelumnya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi juga pernah mengembalikan gitar bass merk Ibanes dari personil Metallica pada 3 Mei 2013. Saat itu, band asal Amerika Serikat itu ingin menggelar konser di Jakarta. (sak)