Sindikasi Rp 4 Triliun Angkasa Pura Airports
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Sindikasi Rp 4 Triliun Angkasa Pura Airports

Angkasa Pura Airports mendapatkan dukungan pendanaan berupa pinjaman sindikasi dari tiga bank konvensional dan dua lembaga keuangan bukan bank, senilai Rp 4 triliun. Dana tersebut untuk mendukung pengembangan lima bandara Angkasa Pura Airports.

Kreditur sindikasi tersebut yakni Bank BCA, PT Sarana Multi Infrastruktur, Bank Mandiri, PT Indonesia Infrastructure Finance dan Bank BRI.

BCA memberikan dana sindikasi sebesar Rp 800 miliar untuk mendukung penyediaan prasarana transportasi udara dalam proyek pembangunan bandara yang berada di bawah koordinasi Angkasa Pura Airports, yakni Bandara Kulon Progo (Jogja), Bandara Ahmad Yani (Semarang), Juanda (Surabaya), Bandara Syamsuddin Noor (Banjarmasin), dan Sultan Hasanuddin (Makassar).

Acara penandatanganan sindikasi berlangsung pertengahan Agustus 2016 lalu di Ballroom Darmawangsa Hotel. Dalam menandatangani perjanjian kredit turut hadir Direktur BCA Rudy Susanto, Presiden Direktur PT Angkasa Pura I Sulistyo Wimbo Hardjito, serta manajemen direksi peserta kredit sindikasi.

“Kami memahami kebutuhan Angkasa Pura I ingin menghadirkan bandara-bandara yang mencerminkan pelayanan kualitas terbaik dan berstandar internasional sebagai tuntutan semakin terbukanya indonesia terhadap aktivitas global,” kata Rudy Susanto.

Dikatakan, bandara merupakan representasi terdepan bangsa ini. Sudah selayaknya bandara dikembangkan demi menampung arus masuk dunia luar dan menjamin bahwa setiap pengunjung baik domestik maupun internasional mendapat pelayanan standar internasional. “BCA yakin partisipasi ini turut membantu pemerintah indonesia meningkatkan value ekonomi yang memberi manfaat pada perekonomian nasional,” imbuhnya.

Angkasa Pura Airports merencanakan kebutuhan pendanaan eksternal periode 2016-2020 sebesar Rp 25 triliun sebagai pembiayaan capital expenditure (capex). Dana ini akan dipenuhi melalui pinjaman kredit investasi dari perbankan dan lembaga keuangan bukan bank sebesar Rp 10,5 triliun dan penerbitan obligasi sebesar Rp 14,5 triliun.

Selain itu, pendanaan eksternal diperlukan Angkasa Pura I untuk pembangunan dan pengembangan lima bandara, yaitu Bandara Ahmad Yani Semarang yang membutuhkan investasi Rp 2,1 triliun dan ditargetkan beroperasi 2018.

lalu pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin senilai Rp 2,3 triliun, dengan target beroperasi pada 2019. Bandara Baru Kulon Progo Jogja sebesar Rp 9,3 triliun, target beroperasi pada 2020.

Juga Terminal 3 Bandara Juanda Surabaya senilai Rp 9,1 triliun, target beroperasi pada 2025, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar senilai Rp 3,6 triliun, target beroperasi pada 2024, serta investasi rutin.

“Pembangunan dan pengembangan bandara-bandara tersebut mendesak dilakukan karena sudah mengalami lack of capacity. Hal ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas layanan (level of service), kepuasan pengguna jasa bandara (customer satisfaction index /CSI), serta untuk mengimbangi laju pertumbuhan industri penerbangan nasional,” ucap Wimbo Hardjito.

BCA menyambut baik kerjasama pemberian kredit sindikasi ini. Terlebih dengan animo positif masyarakat dalam menggunakan transportasi udara, BCA berharap pembangunan Bandara Angkasa Pura I dapat selesai sesuai tenggat waktu, sehingga dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat ke Indonesia bagian tengah dan timur melalui jalur udara. (sak)