Senjata SS1 V1 Pindad Jebol Rompi Marinir AS
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Senjata SS1 V1 Pindad Jebol Rompi Marinir AS

Luar biasa! Senjata SS1 Varian 1 (SS1 V1) buatan PT Pindad yang dipergunakan tim marinir TNI AL mampu menjebol rompi antipeluru milik United State Marines Corps (USMC).

Peristiwa itu terjadi saat uji setting senjata atau zeroing dalam rangakaian Latihan Rim of Pacific di Kaneohe Bay Marine Corps Base, Hawaii, Honolulu, Amerika Serikat baru-baru ini.

Komandan Satgas Marinir Indonesia, Mayor Mar Indra Fauzi Umar yang membawa 45 anggota pilihan dari Indonesia mengatakan, zeroing senjata dilaksanakan tiga negara yakni Indonesia, Amerika dan Australia yang tergabung dalam satu kompi. “Seluruh unsur kompi seharusnya melakukan zeroing, tapi kemarin minus New Zealand,” ujar Indra, Hawaii, Amerika Serikat, Minggu (10/7) seperti dirilis Humas PT Pindad.

Dia menjelaskan, program zeroing senjata merupakan program tambahan yang dilaksanakan sebelum latihan sebenarnya digelar. Zeroing dilakukan untuk membedah setting dan perkenaan senjata yang dipakai anggota kompi. “Zeroing untuk mengenalkan senjata, tujuannya agar bidikan tepat,” jelasnya.

Proses pengenalan senjata antar anggota kompi, kata dia merupakan peristiwa menarik yang ditunggu dalam sebuah even latihan bersama. Setiap negara yang mengirim pasukan dalam latihan multilateral biasanya memiliki rasa ingin tahu dan penasaran terhadap senjata yang dipergunakan kontingen negara lain. “Saat itu USMC menggunakan senjata jenis M4, Australia menggunakan Steyr dan kita (Indonesia) menggunakan produk Pindad,” ucapnya.

Menurut Mayor Indra, uji tembak dilakukan dalam jarak standar zeroing, yakni 25 meter atau seperempat dari jarak menembak sebenarnya pada saat latihan. Dia menambahkan, seluruh jenis senjata yang akan dipergunakan dalam latihan harus melalui proses zeroing agar dalam satu kompi saling mengetahui kekurangan dan kelebihan perangkat anggota kompi lainnya.

Selain senjata, USMC awalnya menawarkan body armour vest atau rompi antipeluru dan helm untuk dipergunakan dalam latihan. Namun setelah rompi standar mereka tertembus peluru buatan Pindad, USMC membuat laporan resmi kepada atasan mereka. “Di lapangan akhirnya laras senjata kita dicoba sama kontingen negara lain,” tukas Mayor Indra.

Perwira menengah yang sehari-hari menjabat sebagai Pabandya Spers Pasmar-2 Jakarta itu menuturkan, berita tembusnya rompi dan helm standar tempur USMC itu menyebar dengan cepat. “Pada acara jamuan makan di KRI Diponegoro ada Perwira Bintang Satu USMC yang kroscek ke saya,” tuturnya.

Bahkan, kata dia, armour plate atau baja penahan laju peluru pada rompi yang dapat ditembus senjata Indonesia memiliki ketebalan hingga 1,75 centimeter. “Sama M4 dan Steyr cuma penyok, sama peluru kaliber 5,56 centimeter Pindad tembus,” tandasnya.

Keunggulan SS1 V1 buatan Pindad yang melampaui Steyr dan M4 diakuinya dapat menaikkan moral dan kepercayaan diri pasukan. Usai peristiwa itu, bahkan barak kontingen Indonesia berkemah sempat didatangi beberapa anggota marinir asing untuk berkenalan dan bertukar cinderamata. “Bahkan komandan basis memuji, katanya kalau marinir kita disuruh nembak berlian, pasti kena,” ucapnya.

Hingga Agustus mendatang, sebanyak 45 anggota marinir TNI AL mengikuti latihan perang bersama dan tergabung dengan 27 negara peserta Rim Of Pacific. Latihan yang diselenggarakan AL Amerika dua tahun sekali di Hawaii itu merupakan latihan multilateral terbesar di dunia. (sak)