Startup Pitch Day Dongkrak Investasi
PERISTIWA TEKNOLOGI

Startup Pitch Day Dongkrak Investasi

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Startup Pitch Day, workshop pitching bagi para startup di 5 kota di Indonesia, yaitu Depok, Medan, Malang, Bandung dan Denpasar mulai 30 Agustus hingga 23 September 2016. Terdapat kurang lebih 30 startup peserta di tiap kota tersebut.

Salah satu peserta pada Startup Pitch Day Depok adalah William Budihardjo. Sejak awal 2016, ia merintis Xwork, sebuah startup yang menawarkan booking ruangan secara online. William telah mendapat investor dari GnB Fenox.

William hadir di Startup World Cup Indonesia 2016 yang diselenggarakan Bekraf dan termotivasi mengikuti ajang serupa. Mencari info di internet dan menemukan informasi bahwa Bekraf menyelenggarakan Startup Pitch Day di 5 kota.

“Saya langsung apply program tersebut. Saya mendapat pemberitahuan melalui telepon dan email jika saya terpilih mengikuti event di Depok. Harapan saya join di event ini adalah mendapatkan funding dari investor,” terang founder Xwork itu.

Harapan serupa juga disampaikan startup founder Kostoom Putri Yulia. Startup yang mengawali usahanya melalui keyakinan untuk meningkatkan kesejahteraan penjahit ini, mendaftar Startup Pitch Day juga untuk mengetahui cara mendapatkan investor.

Putri Yulia menjelaskan bahwa Kostoom adalah usaha rintisan di bidang jasa online untuk memberdayakan penjahit rumahan. Startup ini adalah home reseller dan fashion designer.

Pelanggan yang membuat desain baju yang ingin mereka jahit. Kostoom menerima desain tersebut dan menyerahkan ke penjahit. Terkadang bahan disediakan pelanggan, tetapi juga bekerjasama dengan penjual bahan pakaian jika pelanggan ingin pesan dari mereka.

“Pelanggan kami beragam yaitu dari pelanggan pribadi maupun penjual baju yang menginginkan jahitan dari kami,” ungkap Putri.

Bekraf memberi peluang pada para startup founders mengetahui sudut pandang investor menentukan startup yang diberi investasi. Startup Pitch Day juga melatih startup founders agar bisa lebih terampil berbicara dengan investor melalui pelatihan pitching.

Melalui event ini, Bekraf membuka akses permodalan bagi startup di sektor industri kreatif. Bekraf ingin menyediakan peluang akses permodalan yang lebih besar bagi startup di Indonesia. Para startup founders dipertemukan dengan investor untuk memahami pola pikir investor mengambil keputusan startup mana yang akan mereka pilih.

“Di sini, juga muncul pelatihan pitching. Tujuan akhir event ini terciptanya ekosistem startup di bidang ekonomi kreatif dan memperbesar peluang startup dalam mendapatkan permodalan”, ujar Deputi II Bidang Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo sepertti dirilis Humas Bekraf, Rabu (31/8).

Narasumber workshop yang bertajuk ‘Startup Pitch Day’ ini memaparkan pengetahuan dan pengalaman mereka dalam hal akses permodalan dan investasi. Bekraf akan memilih 5 startup founders dari masing-masing daerah untuk dipertemukan dalam event final di Bali 24-26 September 2016.

Para startup founders pilihan ini akan bertemu lebih banyak startup founders lainnya dan bisa belajar satu sama lain. Mereka juga memiliki kesempatan berinteraksi dengan investor untuk memahami sudut pandang investor tentang informasi yang dibutuhkan investor mengambil keputusan untuk melakukan investasi.

Bekraf bekerjasama dengan perusahaan modal ventura Kinara dalam menggelar ‘Startup Pitch Day’. Proses pendaftaran dan pengelolaan workshop ini bekerjasama dengan berbagai coworking space dan komunitas pendukung ekosistem industri kreatif di 5 kota.

Penyelenggaraan event yaitu di Code Margonda, Depok pada 30 Agustus; Clapham Co di Medan pada 3 September; Malang Creative Fusion, Malang pada 9 September; Co&Co, Bandung pada 17 September dan Kumpul Coworking, Denpasar, pada 23 September.

Michael Tampi dari Kinara Indonesia juga menyampaikan, “Kami suka gagasan mengadakan workshop di coworking space dan komunitas di beberapa kota, karena ini berarti bahwa Bekraf sungguh-sungguh mau mengembangkan ekosistem kewirausahaan di industri kreatif dengan melibatkan para pemangku kepentingan di berbagai kota”. (sak)