Warga Surabaya Berbagi dan Peduli Sesama
KOMUNITAS PERISTIWA

Warga Surabaya Berbagi dan Peduli Sesama

Raut muka Sukarno Wahyu Agung nampak gembira. Bocah berusia 3,5 tahun ini antusias membuka bingkisan berupa aneka mainan yang baru saja diterimanya dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Tak lama kemudian, dia asyik memainkan mainan pesawat dan juga lego bersama dengan teman-teman sebayanya.

Sukarno adalah satu dari puluhan anak yang menerima bingkisan dari program Surabaya Peduli Sesama yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot Surabaya). Kemarin, ada 200 paket bingkisan yang dibagikan Pemkot Surabaya kepada warga Kecamatan Karang Pilang. Selain mainan anak-anak, bingkisan program Surabaya Peduli Sesama yang berasal dari donasi warga itu juga berupa baju bekas layak pakai dan barang-barang bermanfaat lainnya.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini ketika ikut membagikan bingkisan tersebut di kantor Kelurahan Karang Pilang, Sabtu (2/7) petang mengatakan, program ini diinisiasi Pemkot agar warga Surabaya bisa berbagi dengan sesamanya.

“Ide awalnya itu agar anak-anak di Surabaya yang tidak bisa memiliki mainan, bisa merasakan mainan. Tapi ternyata, ada banyak jenis barang yang didonasikan warga yang peduli. Saya harap ini sedikit memberikan keringanan bagi panjenengan,” jelasnya.

Disampaikan walikota, bagi warga yang menerima baju bekas layak pakai, hendaknya tidak malu memakainya. Walikota juga menyampaikan bahwa Pemkot memberikan banyak beasiswa untuk anak anak Surabaya. Harapannya, tidak ada anak Surabaya yang putus sekolah.

“Saya dulu ketika sekolah di Belanda, juga belanja baju bekas dan memakainya. Jadi panjenengan jangan malu. Lebih baik uangnya disimpan untuk keperluan yang lain,” imbuh walikota.

Walikota juga mengimbau kepada orangtua agar memiliki perhatian lebih kepada anak-anaknya. Sebab, anak zaman sekarang mengalami era yang sangat berbeda dari era orangtuanya. Godaan bagi anak untuk berbuat yang tidak benar, bisa datang dari mana saja. “Ketika anak belum pulang, jenengan harus nyari. Juga harus rajin berkomunikasi dengan anak,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, walikota juga berpesan kepada warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai, untuk segera bersedia dipindahkan ke rumah susun. Sebab, tinggal di stren kali selain tidak nyaman, juga sangat berbahaya. “Saya senang sekali banyak warga yang mau pindah ke Dusun. Karena bahaya kalau tiba tiba air sungai nya naik. Saya berharap yang lain mengikuti,” pesan Risma. (sak)