Tak Online, UMKM Bisa Gulung Tikar
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Tak Online, UMKM Bisa Gulung Tikar

Direktur E-Bisnis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Azhar Hasyim mengingatkan pentingnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha dengan melakukan inovasi. Salah satu caranya yakni mulai memasarkan produk melalui online.

“Persaingan dunia usaha sangat kompetitif, terutama era pasar bebas seperti saat ini. Produk dari Tiongkok bahkan telah membanjiri pasar Indonesia. Apabila tidak melakukan inovasi seperti masuk bisnis online bisa dipastikan satu hingga dua tahun berikutnya akan gulung tikar,” kata Hasyim pada sebanyak 150 peserta Pelatihan Pengelolaan Website Bagi UMKM di Diskominfo Jatim, Surabaya, Minggu (21/8).

Hasyim menegaskan pemerintah melalui Kemenkominfo berkomitmen mendorong UMKM untuk mengembangkan usaha dan masuk pada bisnis online. Sebab berdasarkan kajian mendalam disimpulkan bahwa bisnis online dapat meningkatkan pendapatan tiga hingga empat kali lipat dibanding penjualan di toko fisik.

Program sejuta domain gratis untuk UMKM, tutur Hasyim, merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam upaya pengembangan UMKM. “Setelah memberikan domain dan hosting gratis selama satu tahun, diharapkan UMKM bisa mandiri. Target tahun ini, kita selesaikan sebanyak 350 ribu. Tahun dapan juga begitu sampai jumlahnya 1 juta,” ungkapnya.

Di Jawa Timur, UMKM yang terigister dan mendapat domain baru sekitar 630 UMKM. Mayoritas UMKM yang tergister berjenis usaha kerajinan jamu, makanan dan minuman, garmen, busana, ekspedisi dan travel. Dari total sejuta domain nasional, Jawa Timur mendapatkan jatah 60 ribu domain secara gratis dari program sejuta domain. Pada pelatihan selanjutnya Diskominfo Jatim akan mengundang sebanyak 500 UMKM.(sak)