Taman Aspirasi Jadi Taman Pandang Istana
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Taman Aspirasi Jadi Taman Pandang Istana

Taman Pandang Istana segera diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 30 Juli 2016. Taman yang berlokasi di Silang Barat Laut Monumen Nasional (Monas) ini merupakan upaya meningkatkan nilai estetika dan rasa memiliki komunitas di ruang publik.

Sejak pembangunannya pada Mei 2016 lalu, tempat yang semula bernama Taman Aspirasi ini memang ditujukan sebagai saranan ruang terbuka hijau (RTH) bagi masyarakat. Terlebih untuk menyampaikan aspirasi melalui beragam kegiatan positif.

Kepala Dinas Pertamanan Pemprov DKI Jakarta, Djafar Muhlisin, menyatakan apresiasinya atas bentuk kolaborasi antarpihak yang terlibat dalam pembangunan Taman Pandang Istana. “Pembangunan taman yang diprakarsai Pemprov DKI Jakarta, Holcim dan CARAS serta pihak-pihak lainnya, dapat berjalan dengan sangat lancar. Kebutuhan masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan seperti olahraga, edukasi dan seni, bisa terealisasikan,” kata Djafar dalam siaran persnya di Jakarta.

Ia berharap, Taman Pandang Istana dapat mengangkat aspirasi seniman dan komunitas kreatif Indonesia melalui kontribusi karya di ruang publik.

Menurut direktur CARAS, Apsara Herman, taman ini mempertemukan visi dan cita-cita yang dimiliki oleh semua pihak yang berkolaborasi. “Tujuannya untuk bisa meningkatkan nilai estetika dan rasa memiliki komunitas di ruang publik, juga mampu memfasilitasi dan menginspirasi masyarakat untuk berkolaborasi secara kreatif,” ujarnya.

Marketing Director PT Holcim Indonesia Dhamayanti Suhita mengungkapkan, pembangunan Taman Pandang Istana merupakan salah satu bentuk perwujudan dari komitmen perusahaan untuk memberikan solusi yang berkelanjutan.

“Kami sangat mendukung program yang dilaksanakan pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini, karena sejalan dengan komitmen kami dalam pembangunan berkelanjutan untuk memberikan perbedaan yang positif melalui solusi-solusi inovatif berbasis teknologi, dan produk berkualitas dari Holcim seperti ThruCrete, EzyfloCrete, ColorCrete dan Holcim Mortar,” ucapnya.

Selain pihak swasta dan pemerintah, seniman grafis Yasser Rizky turut berkolaborasi membuat konsep dan desain taman berupa instalasi tipografi tiga dimensi, yang terdiri dari bangku taman, instalasi patung RAGAM INSAN, instalasi pada lantai yang berisi kutipan tokoh Indonesia (Mohammad Hatta, Abdurrahman Wahid, YB Mangunwijaya,dan Buya Hamka), serta tembok mural.

“Seluruh aspek desain telah dipertimbangkan dari sisi sosial, inovasi, dan humanis – sehingga taman ini menjadi konstektual dengan masyakarat urban di Jakarta,” ujar Yasser. (sak)