Target Sertifikasi 23 Juta Bidang Tanah
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Target Sertifikasi 23 Juta Bidang Tanah

Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan untuk mensertifikasi 20 hingga 23 juta bidang tanah hingga tahun 2019.

Menteri ATR / Kepala BPN Sofyan Djalil mengatakan hingga saat ini jumlah lahan yang dimiliki masyarakat mencapai 100 juta bidang tanah, sementara baru 40-42 juta sertifikat yang telah diterbitkan.

“Reforma Agraria adalah suatu langkah untuk memberikan kepastian hukum atas tanah milik masyarakat,” ujarnya usai acara wisuda Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) di Pendopo Sasana Widya Bhumi STPN, Jogja, beberapa waktu lalu.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk penyelesaian ketimpangan penguasaan tanah dan akses terhadap tanah bagi para petani di pedesaan menjadi fokus permasalahan yang akan diatasi.

Jokowi menginstruksikan Menteri ATR / Kepala BPN mengadakan program sertifikasi tanah bagi masyarakat pedesaan secara besar-besaran.

Sofyan berharap hingga tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia sudah memiliki sertifikat. “Tanah belum bersertifikat itu aset mati, jika ada sertifikatnya akan memiliki nilai lebih,” kata dia.

Tahun ini Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional meluluskan 398 mahasiswa/i program Diploma I dan Diploma IV. Lulusan terdiri dari 78 orang Program Diploma IV Pertanahan dan 320 orang lulusan D I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral (PPK).

Untuk Program Diploma IV Pertanahan, sebanyak 22 orang lulus dengan predikat terbaik / cum laude, 55 orang lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan 1 orang lulus dengan predikat Memuaskan.

Sementara program D I PPK, sebanyak 36 orang lulus dengan predikat cum laude, 92 orang lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan 75 orang lulus dengan predikat Memuaskan.

Dalam sambutannya, Sofyan menuturkan bahwa dia sangat senang dengan prestasi para wisudawan tersebut. “Saya sangat bangga kepada kalian. Semoga lulusan ini menjadi lulusan yang profesional serta selalu mengabdi kepada bangsa. Karena kunci keberhasilan adalah pengabdian,” ujarnya.

Sofyan juga mengingatkan agar lulusan STPN yang berada dibawah naungan Kementerian ATR/BPN itu bisa mencontoh prinsip yang dipegang masyarakat Jepang. “Orang Jepang itu punya sifat gambaru. Sifat yang tidak Kenal menyerah,” imbuhnya. (sak)