Tenaga Penyuluh Pertanian Bisa Jadi CPNS
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Tenaga Penyuluh Pertanian Bisa Jadi CPNS

Kabar gembira bagi seluruh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL-TB) yang diangkat pada 2007–2009, Kementerian Pertanian (Kementan), sejak tanggal 8 hingga 20 September 2016 memberi kesempatan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi Penyuluh Pertanian bagi THL-HB Tahun 2016 yang ada di seluruh Indonesia.

Kepala Bagian Hubungan Media dan Pengaduan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Herman dalam siaran persnya akhir pekan lalu mengatakan, Penandatanganan Nota Kesepahaman Pengadaan CPNS formasi Penyuluh Pertanian dari pelamar THL-TB sudah dilaksanakan di Kantor Kementan awal September lalu, sehingga para calon pelamar yang memenuhi persyaratan dipersilahkan mendaftar.

“Salah satu syarat yang harus dipenuhi calon pelamar ialah berstatus THL-TB Penyuluh Pertanian yang diangkat pada 2007 sampai dengan 2009 dan masih aktif sebagai THL-TB. Status ini harus dibuktikan dengan Keputusan Mentan 2016,” jelas Herman.

Selain soal status THL-TB, dalam website Kementerian Pertanian www.pertanian.go.id disebutkan, syarat-syarat bagi THL-TB Penyuluh Pertanian adalah 1. Berpendidikan SLTA/SMK, DIII, dan S1/D4 bidang pertanian, 2. Mempunyai nomor peserta pada saat mendaftar menjadi THL-TB Penyuluh Pertanian; dan 3. Berusia maksimal 35 tahun pada 5 September 2016.

“Proses pendaftaran online dapat diakses melalui situs resmi SSCN BKN,” bunyi pengumuman di website Kementerian Pertanian, yaitu www.sscn.bkn.go.id.

Para pelamar harus mengunggah hasil scan KTP/Keterangan Domisili dalam format PDF dengan ukuran maksimal 400 Kb, mengisi formulir pendaftaran secara online dan mencetak kartu peserta ujian tersebut, lalu menandatanganinya dengan ballpoint tinta warna hitam.

Sebagai bukti kartu peserta ujian yang akan diverifikasi dan divalidasi Tim Kementan di Provinsi sebelum penyelenggaraan test CAT. Saat tes diharap membawa berbagai persyaratan, yang secara detik bisa dilihat di website Kementan atau SSC BKN tersebut.

“Verifikasi dan validasi dokumen serta pelaksanaan ujian akan diumumkan kemudian melalui Website Kementerian Pertanian,” bunyi pengumuman di website Kementerian Pertanian itu. (sak)