Tenggelamkan 176 Kapal, Jokowi : Tidak Boleh Berhenti
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Tenggelamkan 176 Kapal, Jokowi : Tidak Boleh Berhenti

Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa bangganya dan memberikan apresiasi tinggi atas prestasi Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal atau Satgas 115. Baik dalam menangkap kapal ilegal, kapal asing ilegal dan juga menjaga sumber daya laut menuju visi maritim Indonesia.

Presiden mengaku telah dibisiki Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, bahwa Satgas 115 sudah menenggelamkan 176 kapal. ”Angka yang sangat besar sekali karena memang illegal fishing yang lalu lalang di perairan kita, di laut kita bertahun-tahun tidak pernah dijamah hukum,” kata Jokowi saat pengarahan peserta Rakornas Satgas 115 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/6) lalu.

Menurut Jokowi, sebelumnya paling sedikit ada 7.000 kapal setiap hari, lalu lalang menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia, yang tidak bisa ditangani karena belum ada kekompakan antar aparat kesatuan.

Sementara saat ini, menurut Presiden, ada kekompakan di lapangan, ada kerjasama sangat baik di lapangan, ada kebersatuan antar aparat, antar lembaga, antar instansi di lapangan. Inilah yang harus dijaga.

“Hal-hal seperti ini sebetulnya lama kita kehilangan. Kita bekerja, yang banyak bekerja di sektornya sendiri-sendiri, egosektoral. Tidak pernah ada sebuah kerjasama yang kompak, yang baik, yang terkonsolidasi, yang terorganisasi sehingga orang melihat kita ‘ngeri’ karena ada kesatuan itu, ada kekompakan itu,” tutur Jokowi.

Presiden meminta Satgas 115 tidak berhenti. “Jangan berhenti, ini tidak boleh berhenti. Konsistensi ini perlu sekali, agar mereka melihat bahwa kita serius, kalau kita sangat serius menangani ini (illegal fishing),” pinta Jokowi seraya menyebutkan, bertahun-tahun kelemahan kita adalah egosektoral. Antar kementerian tidak bekerjasama, antar kesatuan tidak bekerjasama.

Ditambahkan, kelemahan kita ada di situ, dan itu dilihat mereka sehingga mereka berani masuk sampai ribuan banyaknya, karena tidak mungkin mereka masuk tanpa kalkulasi. Sekarang, lanjut Presiden, silakan masuk, silakan main-main kalau ingin mencoba Satgas 115, kalau ingin mencoba.

Jokowi menegaskan, dirinya tidak ingin lagi mendengar ada lembaga/oknum aparat yang menjadi backing yang mem-back up illegal fishing. “Tidak ada lagi,” tegas Jokowi seraya meminta masyarakat juga harus diedukasi untuk tidak mau berkolaborasi dengan pelaku illegal fishing dan menjadi bagian dari upaya pemberantasan illegal fishing.

Penanganan illegal fishing, lanjut Jokowi, sudah mulai menunjukkan hasil. Ia mengingatkan, stok ikan laut yang meningkat ini harus dimanfaatkan. Sehingga perencanaan yang baik, persiapan yang baik dalam rangka membangun industri perikanan harus disiapkan betul sehingga meningkatkan kesejahteraan nelayan, memenuhi konsumsi ikan lokal, dan juga bisa mendatangkan devisa. (sak)