Tentara Australia Lulus Cum Laude UI
PERISTIWA PROFIL

Tentara Australia Lulus Cum Laude UI

Pria asal Australia, Scott Patrick berhasil menjadi wisudawand engan lulus cum laude pada program sarjana reguler Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI).

Lulus dengan IPK 3,96, Scott memiliki pengalaman unik yang mengantarkan kesuksesannya sebagai peraih cum laude. Ada kisah yang tidak biasa dari alasannya memilih kelas sarjana reguler di UI.

Pria berusia 28 tahun ini sebelumnya adalah seorang tentara di satuan angkatan darat di Australia yang sering ditugaskan melakukan perjalanan ke Asia Tenggara.

Dari perjalanan inilah Scott tertarik untuk mengenal Indonesia. “Indonesia itu benar-benar berbeda dengan Australia. Tidak hanya kultur dan budaya, namun segala aspek. Inilah yang menarik hati saya,” ujarnya.

Ketertarikan ini semakin kuat ketika Scott mendapatkan tunangan yang merupakan wanita Indonesia. Inilah yang akhirnya membuat Scott memutuskan untuk belajar di Indonesia dengan tujuan memperbagus kemampuan bahasa Indonesianya yang menurutnya baru sebatas bahasa baku.

Scott mendaftar di program sarjana reguler agar ia bisa berinteraksi sehari-hari dengan bahasa Indonesia, bukan lagi dengan bahasa Inggris. Scott mendaftar ke jurusan Ilmu Ekonomi FEB UI melalui program penerimaan mahasiswa asing pada tahun 2012.

Menurutnya, selama berkuliah di UI ada beberapa hal yang sangat berkesan di hatinya. “Indonesia itu sangat toleran dan kompak. Hampir-hampir tidak ada perlakuan yang berbeda antar etnis disini. Itu juga yang saya rasakan di UI, semua teman-teman seangkatan tidak ada yang membedakan saya dan mau berinteraksi,” tambahnya.

Selain itu Scott juga mengagumi kualitas para pengajar di UI yang rata-rata mempunyai karir di luar kampus. Menurutnya hal ini membuat para dosen di UI mempunyai kapabilitas tidak hanya soal teori, namun juga kapabilitas dalam tataran praktik.

Hambatan terbesar yang ia rasakan selama kuliah di Indonesia, justru bukan terletak pada perbedaan bahasa ataupun kurikulum, namun pada ilmu matematika dirinya yang ia rasakan kurang.

Scott merasa bahwa kemampuan anak-anak Indonesia rata-rata sangat bagus dalam bidang matematika. Ini berbeda dengan dirinya, karena kurikulum di Australia yang umumnya hanya mengajarkan matematika dasar di hampir semua jenjang pendidikan.

Saat ini Scott ingin menuntaskan mimpinya berkeliling Indonesia sampai dengan bulan Desember. Setelah itu, ia akan kembali ke Australia untuk bekerja sebagai pegawai pemerintah, melanjutkan pengabdiannya kepada negara setelah sebelumnya mengabdi sebagai tentara. (sak)