Tepis Imej Negatif, Parfi Jatim Tes Urin
HIBURAN PERISTIWA

Tepis Imej Negatif, Parfi Jatim Tes Urin

Buntut dari kasus digerebeknya Ketua Umum Persatuan Artis Fim Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti pesta Narkoba di sebuah hotel Mataram Nusa Tenggara Barat, sebanyak 50 orang anggota Parfi Jatim menggelar tes urin.

Ketua Parfi Jatim Wira Lina mengatakan tes urin dilakukan spontan untuk menangkis isu negatif, jika organisasi kalangan para artis itu gemar melakukan pesta Narkoba. Tes urin yang dilakukan di sekretariat Parfi Jatim jalan Tidar Surabaya bekerjasama dengan BNN Kota Surabaya.

“Kami paham kalau kalangan artis itu jadi sasaran pengedar Narkoba. Itulah yang membuat kami harus melakukan tes urin ini,” kata mantan model yang terjun ke dunia sinetron dan film itu.

Wira mengatakan, teknis tes urin dilakukan dengan cara mengundang seluruh anggota Parfi Jatim ke sekretariat. Anggota yang terdiri dari pemain film, pekerja film hingga seniman yang berkutat dalam pembuatan film di Jatim dites satu per satu.

Hal ini untuk mengetahui, apakah ada anggota Parfi Jatim yang memakai zat adiktif dan terlarang itu. Tes urin itu dilakukan tidak hanya pada anggota, tetapi juga seluruh pengurus.

Jika ada salah satu pengurus atau anggota yang urinenya positif mengandung zat psikotropika, kata Lina, dirinya tidak akan segan-segan mengeluarkan yang bersangkutan dari Parfi dan mencabut KTA untuk selamanya.

Sanksi tegas dilakukan agar stigma negatif dari dampak penangkapan Ketum Parfi, 28 Agustus 2016 lalu sedikit terhapus. “Tidak semua artis Parfi pemakai. Kami ingin buktikan itu di Parfi Jatim,” tambah Lina.

Selain itu, kata Lina, dirinya ingin membentengi agar anggota Parfi Jatim bisa menunjukkan organisasi insan film di Jatim bebas dari Narkoba.

Disinggung jika kemungkinan anggotanya atau pengurus yang kedapatan positif menggunakan Narkoba, Lina mengatakan siap mengantar ke BNN. “Kalau mau sembuh ya harus direhab,” tandasnya,

Sementara Kepala BNN Kota Surabaya Ajun Kombes Besar Pol Suparti, mengatakan berdasarkan hasil tes urin anggota Parfi Jatim belum ditemukan tes yang menunjukkan Narkotika. “Hanya ada seorang yang urinenya positif. Tapi, itupun jenisnya obat penenang dan itu untuk obat orang sakit,” jelas Suparti. (sak)