Terima Remisi, 450 Napi di Jatim Bebas
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Terima Remisi, 450 Napi di Jatim Bebas

Sebanyak 450 narapidana yang tersebar di 39 Rumah Tahanan (Rutan) di Jawa Timur, meliputi 38 Lapas dan 1 pemasyarakatan militer mendapatkan remisi umum (RU) II. RU II merupakan narapidana yang bebas pada tanggal 17 Agustus dan telah habis masa pidananya dikarenakan mendapatkan remisi.

Selain RU II, Kanwil Kemenkumham Jatim juga memberikan RU I, yakni napi yang masih menjalani sisa tahanannya di dalam Lapas/Rutan sebanyak 6.878 orang. Total napi yang tahun ini mendapat remisi yakni 7.328 orang dari 19.445 orang tahanan se-Jatim.

Berdasarkan usia, narapidana yang mendapat remisi berjumlah 327 orang terdiri RU I 308 orang dan RU II 19 orang. Untuk usia anak, yang mendapat remisi 93 orang terdiri atas RU I 87 orang dan RU II 6 orang.

Upacara pemberian Remisi Hari Kemerdekaan Tahun 2016 diselenggarakan secara terpusat di Lembaga Pemasyaratakan Klas I Surabaya – Porong yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, Selasa (16/8).

Dalam sambutannya, Saifullah Yusuf berpesan agar narapidana yang bebas dari Lapas bisa melakukan hal yang lebih positif dan berkarya demi masa depan yang lebih baik.

“Di dalam Lapas adalah waktu memperbaiki diri dan belajar kebaikan untuk selanjutnya kembali kemasyarakat melakukan hal yang lebih positif,” kata Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim.

Selama ini, permasalahan yang banyak dihadapi Lapas yakni adanya over kapasitas. “Over kapasitas hampir dihadapi semua Lapas, karena jumlah penghuninya semakin meningkat. Sementara ruang yang tersedia tidak bertambah,” katanya.

Mengatasi hal itu, Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membangun sejumlah Lapas tambahan agar over kapasitas ini bisa segera teratasi.

“Kami juga ikut memberikan pembinaan pada napi, misalnya memberikan sejumlah pelatihan ketrampilan dan pendampingan agar mereka menjadi manusia yang produktif,” katanya.

Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Jatim, Budi Sulaksana menambahkan, pada Remisi Hari Kemerdekaan, napi yang mendapatkan remisi mencapai 66 persen dibandingkan napi yang tidak mendapatkan remisi. Napi yang tidak mendapat remisi diantaranya disebabkan masa menjalani pidananya belum mencapai 6 bulan, jenis kejahatanya narkoba dengan pidana lebih dari 5 tahun, kejahatan korupsi dan kejahatan teroris (PP 99) dan masih diusulkan ke pemerintah pusat.

Sebab lain tidak mendapatkan remisi yakni karena melakukan pelanggaran kamtib, belum incrah atau belum ada perintah pelaksanaan pidana, serta menjalani cuti menjelang bebas (CMB) dan yang sedang menjalani kurungan sebagai pengganti denda. “Remisi Kemerdekaan yang diperoleh narapidana paling tinggi 6 bulan dan paling rendah 1 bulan,” katanya. (sak)