Tim Garuda Sukses Lomba Satelit di Mongolia
PERISTIWA TEKNOLOGI

Tim Garuda Sukses Lomba Satelit di Mongolia

Pembimbingan teknis yang diberikan LAPAN kepada Tim Garuda dari Universitas Gunadarma Jakarta menuai hasil membanggakan. Tim Garuda berhasil menjadi Juara ke-2 Cansat Competition di Mongolia.

Kompetisi diadakan Asia-Pasific Space Cooperation Organization (APSCO) bekerjasama dengan Information Technology, Post and Telecommunication Mongolia (ITPTA Mongolia).

Brlangsung di Ulaanbaatar, Mongolia, 22-23 September 2016. Tim Garuda berhasil menjuarai kompetisi yang diikuti 10 tim peserta yang berasal dari negara-negara anggota APSCO, yaitu Turki, Peru, Indonesia dan Mongolia. Juara 1 diraih Tim dari Turki.

Kompetisi CanSat ini merupakan kompetisi rancang bangun dan implementasi satelit kecil berukuran kaleng minuman standard Eropa.

Setelah CanSat diluncurkan oleh roket, CanSat harus mampu mengambil data atmosfer, seperti ketinggian, temperatur, tekanan udara, kelembaban, dan lainnya, kemudian mengirimkannya ke ground station.

Lantas, Tim Garuda akan mengobservasi data yang diperoleh, mengolah serta menganalisanya, kemudian mempresentasikan model CanSat dan hasil analisa mereka di penghujung acara.

Tim Garuda juga menanamkan beberapa sensor dalam CanSat-nya sehingga mampu mengambil data atmosfer, seperti temperatur, tekanan udara, kelembaban.

Selain data atmosfer, tim Garuda juga mampu mengolah data sikap CanSat terhadap bumi, seperti posisi bujur, lintang, ketinggian, dan orientasi.

CanSat tim Garuda juga dilengkapi kamera untuk mengambil citra objek yang sebelumnya ditentukan panitia. Ini ditujukan agar peserta mampu menyimulasikan tugas satelit sesungguhnya yang mampu mengambil dan mengirimkan citra bagian bumi.

Setelah melalui proses penjururian, dewan juri memutuskan juara runner-up diberikan kepada tim Garuda Universitas Gunadarma, Indonesia.

Juara ketiga diraih oleh tim Sky Defender dari Military and Defence University, Mongolia. Sementara, juara pertama diraih oleh tim APIS dari Istanbul Technical University, Turki, yang hanya berbeda satu skor dari tim Garuda.

Sebelum bertanding, Tim ini memperoleh pembekalan selama dua hari oleh Tim satelit LAPAN yang diketuai Kepala Bidang Diseminasi Pusat Teknologi Satelit, Iwan Faisal di Pusat Teknologi Satelit.

Enam mahasiswa ini yaitu Dennis Chirstie, Rikza Mukatafa, Tri Azis Samsudin, Heri Gustian, M Hamzah, Budi Eka Saputra. Mereka didampingi Dosen Pembimbing Dr Punawarman Musa.

“Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi kami dan warga Indonesia pada umumnya, mengingat Gunadarma baru kali ini mengikuti ajang kompetisi CanSat tingkat internasional,” kata Purnawarman Musa.

Prestasi tersebut menjadi indikasi baik bagi masa depan para pelajar Indonesia, sesuai harapan LAPAN terhadap generasi muda Indonesia, agar tumbuh berkembang dengan giat berkarya dan berinovasi.

Mereka bisa mengasah kemampuan, terutama bidang teknologi antariksa dengan semakin mengembangkan ‘sayap’ sampai ke kancah internasional terutama di bidang teknologi antariksa.

“Semoga akan banyak Tim Garuda lainnya yang mengibarkan merah putih di kancah internasional,” harap Kepala Subbagian Edukasi Publik, Happy Rumiris.

Untuk itu LAPAN siap menjembatani serta membimbing para pelajar Indonesia yang ingin mengembangkan wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang antariksa.

“Bagi yang berminat dapat langsung menghubungi Tim Edukasi Publik LAPAN yang berlokasi di Kantor Pusat LAPAN atau melalui email humas@lapan.go.id,” imbuhnya. (sak/ist)