Tim ITS Mantapkan Diri Jelang Pimnas Bogor
KOMUNITAS PERISTIWA

Tim ITS Mantapkan Diri Jelang Pimnas Bogor

15 delegasi terbaik ITS akan diterbangkan ke Bogor, berlaga bersama 144 tim dalam acara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-29. Sebelum itu, tim ITS menjalani bimbingan secara intensif di camp Tretes Sabtu (30/7) lalu.

Menjelang keberangkatan, tim Pimnas ITS dibekali masukan positif dari para pembina serta Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD. Pembekalan ini sekaligus sebagai tanda diresmikannya pelepasan kontingen ITS pada Pimnas 29 di Bogor.

Koordinator tim Pimnas ITS, Dr Ing Doty Dewi Risanti ST MT menyampaikan bahwa semua elemen harus mampu memanfaatkan waktu yang terbatas ini dengan maksimal. “Bimbingan secara intensif harus dilakukan dengan ikhlas dari semua pihak supaya mendapatkan hasil yang memuaskan,” ucapnya meyakinkan.

Dosen Jurusan Teknik Fisika ini juga mengajak para mahasiswa mengesampingkan egonya masing-masing. Hal tersebut dimaksudkan agar semua tim dapat dengan lapang menerima setiap masukan yang diberikan saat bimbingan nantinya.

Doty tidak ingin fakta tentang anjloknya kontingen ITS yang lolos Pimnas menjadikan mental para delegasi turut anjlok. Berkali-kali ia meyakinkan jumlah bukanlah yang utama. “Kita memang hanya mengirim 15 tim tahun ini. Tapi kalian harus yakin bahwa 15 tim tersebut kita mampu membirukan IPB melalui semangat Sepuluh Nopember,” sahutnya menyemangati.

Bahkan Doty menyampaikan bahwa akan diberikan hadiah bagi para delegasi, baik mendapatkan emas maupun tidak. “Kerja keras kalian pasti kami hargai apapun hasilnya nanti. Terlebih lagi apabila sukses memboyong Adhikarta Kertawidya, tentunya akan menambah nilai plus,” ungkapnya.

Sementara itu, pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran, Dhany Arifianto ST M Eng menambahkan bahwa kegiatan yang akan dijalani tim sebelum tampil akan padat. “Waktu kita sedikit, makanya kalian akan dibimbing terus secara intensif. Meski begitu, sebenarnya esensi dari semua agenda ini adalah komunikasi yang lebih baik antar anggota tim maupun dengan dosen pembimbing,” paparnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan, Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni ITS Dr Darmaji SSi MT menyampaikan bahwa tim Pimnas harus bekerja ekstra keras. Hal ini dilakukan agar bisa mendapatkan hasil yang terbaik. “Seandainya kejang adalah satuan waktu yang lebih kecil dari pada detik, maka kalian harus terus berjuang hingga kejang terakhir,” tegasnya.

Rektor ITS Prof Joni memberikan motivasi bagi delegasi, bahwa jumlah tim yang sedikit bukanlah masalah besar bagi delegasi ITS.

“Selama ini kita selalu peringkat tiga besar dalam jumlah tim yang lolos Pimnas, sedangkan sekarang hanya peringkat tujuh,” ungkap Joni. Meski demikian, dirinya meyakinkan bahwa kualitas merupakan hal yang utama.

Dalam rangkaian kata-katanya, secara umum Joni memaparkan empat tips bagi para delegasi ITS agar sukses dalam ajang Pimnas 29. Pertama, menjadi juara bukanlah sesuatu yang mustahil asalkan dalam setiap usaha dibarengi keyakinan yang kuat. “Tidak ada yang mustahil dalam dunia ini, kecuali memakan kepala anda sendiri,” candanya mencairkan suasana.

“Asalkan kalian yakin dan optimis membawa Adhikarta Kertawidya kembali ke ITS, maka setidaknya peluang juara telah bertambah 50 persen,” terangnya.

Lelaki kelahiran Bandung ini kemudian mengajak seluruh anggota tim untuk bersama-sama menjadikan fakta ini sebagai tantangan yang menunggu untuk ditaklukan.

Kedua, kekompakan tim. “Jumlah bukan jadi masalah, yang terpenting adalah saling memahami antar anggota. Kalau kalian kompak, bisa jadi 15 tim ini akan menguras semua emas yang ada dan ITS berdiri gagah sebagai juara umum,” ujarnya bersemangat.

Tips selanjutnya adalah berlatih dengan keras. “Berlatihlah dengan keras, jangan sampai kalah bertempur melawan diri sendiri. Karena diri sendiri sebenarnya adalah musuh yang paling kuat,” tutur suami Dewi Prasasti ini.

Joni juga menyinggung masalah teknis saat presentasi. “Saat presentasi, ada yang harus ditampilkan, ada pula yang memang sengaja disembunyikan. Lebih dari itu, saat berlatih selalu pastikan bahwa kalian tahu betul apa yang ingin disampaikan,” terang Guru Besar Teknik Lingkungan ini.

Tips yang terakhir sekaligus yang paling utama adalah meminta doa restu orangtua. “Bagaimanapun kerasnya usaha kalian, tanpa adanya dukungan doa dari kedua orangtua maka percuma. Karena sesungguhnya tidak ada batas antara rida Allah dengan rida orangtua,” ujar penghobi main piano ini.(sak)