Tim Satpol Perempuan Ber-RollerBlade
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Tim Satpol Perempuan Ber-RollerBlade

Pemkot Surabaya terus bergerak cepat. Guna menimalisir pelanggaran di pedestrian tengah kota Surabaya, Satuan polisi (Satpol) Pamong Praja akan menerjukan tim rollerblade (sepatu roda). Tak tanggung-tanggung, tim yang disiapkan adalah Satpoltik (satuan polisi cantik) yang anggotanya seluruhnya perempuan.

Dwi Hadi, Kasi Samapta Satpol PP Surabaya mengatakan, pihaknya terus melatih para personel agar lebih mahir ber-rollerblade atau sepatu roda. Para anggota Satpol PP perempuan itu akan ditempat di seluruh pedestrian yang ada di sudut-sudut kota Sruabaya.

Khusus anggota Satpol PP yang sudah mahir menggunakan rollerblade akan ditempatkan pada tempat-tempat yang rawan pelaggaran. Misalkan pedestrian yang kerap dilalui pengguna motor untuk menembus jalan akibat kemacetan. “Para Satpol PP ini nantinya akan mondar-mandir di setiap pedestrian, baik siang maupun malam hari bergantian,” kata Dwi Hadi.

Titik-titik pedestrian yang sudah dibidik Satpol PP tidak lain pedestrian yang ada di kawasan jalan Praban. Juga kawasan Banyu Urip yang rawan dengan pelanggaran. Diturunkanya tim rollerblade itu nantinya agar pengguna jalan di pedestrian nyaman dan aman. Lebih-lebih juga banyak pemakai kursi roda yang ingin menikmati udara di kota Surabaya.

“Pastinya tim rollerblade inilah yang akan mengawal dan memantau kenyamanan pengguna jalan di pedestrian. Mengingat saat ini Surabaya sudah nyaman untuk dipakai jalan-jalan karena pedestriannya cukup lebar dan banyak,” tambah Dwi saat mendampingi anggotanya berlatih di Taman Surya, Sabtu (17/9) petang.

Nantinya, jika tim rollerblade sudah beraksi, para pelanggar akan dikenakan sanksi. Macam-macam jenisnya. Mulai sanksi peringatan, jika pelanggarannya dilakukan satu kali. Tetapi, jika tertangkap sering kali melakukan pelanggaran, otomatis petugas rollerblade akan menindak pelaku. Misalkan mengambil identitasnya atau KTP pelaku.

Saat ini, tim rollerbalde yang tengah berlatih berjumlah 22 personel. Tim ini merupakan gabungan dari tim yang sudah lama bergerak, yaitu tim Odong-Odong dan tim Rembuk yang bertugas melakukan negoisasi jika ada operasi penertiban. (sak/foto ist)