Tuan Rumah PON Papua Meretas Sejarah
OLAHRAGA PERISTIWA

Tuan Rumah PON Papua Meretas Sejarah

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua selalu memunculkan kejutan demi kejutan. Kali ini kejutan itu datang dari kontingen tuan rumah.

Papua tak hanya berupaya menjadi penyelenggara yang baik, tuan rumah pun berusaha untuk mencetak sukses dalam hal prestasi dari para atletnya.

Sejak dibuka resmi oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Sabtu (02/10) malam, tuan rumah langsung menunjukkan tajinya melalui pencapaian luar biasa.

Hingga Selasa (05/10) pukul 07.00 WIT, pahlawan-pahlawan olahraga Bumi Cenderawasih telah berhasil memborong 32 medali emas, 15 perak, dan 34 perunggu. Hasil itu menempatkan Papua dalam urutan kedua klasemen sementara perolehan medali.

Tuan rumah hanya berada satu tingkat di bawah DKI Jakarta, juara umum PON 11 kali. Kontingen ibu kota masih terlalu kuat untuk ditaklukkan sebagai pemilik urutan teratas perolehan medali. Atlet-atlet DKI mampu membawa pulang 38 emas, 25 perak, dan 31 perunggu.

Juara umum PON 2016, Jawa Barat berada di peringkat ketiga dengan 29 emas, 26 perak, dan 35 perunggu. Jejak Jabar diikuti Jawa Timur di urutan keempat.

Perebut dua kali juara umum PON tersebut telah mengoleksi 22 emas, 25 perak, dan 20 perunggu. Kemudian di lima besar ada Jawa Tengah setelah para atlet mereka mampu mengemas 10 emas, 20 perak, dan 21 perunggu.

Bagi Bumi Cenderawasih, apa yang ditorehkan atlet-atlet terbaik mereka merupakan sebuah sejarah baru. Karena sepanjang keikusertaan dalam PON, Papua bahkan belum pernah membawa pulang hingga 30 emas.

Papua dalam setiap PON juga selalu kesulitan merangsek di urutan tiga besar kendati mereka adalah salah satu lumbung atlet-atlet potensial berkelas nasional dan dunia.

Prestasi terbaik Papua dalam pencapaian emas ditorehkan pada PON 1985, PON 1989, dan PON 2004 saat mereka meraup 23 emas. Sejak itu Papua belum pernah lagi mencetak hasil di atas 23 emas.

Namun, dengan posisi sebagai tuan rumah, sejak terpilih dengan 66 suara dalam Rapat Tahunan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Jakarta, 11 Maret 2014, Papua mengambil peluang untuk mencetak prestasi tinggi.

“Saya kira memang sulit untuk melewati tim-tim unggulan seperti DKI Jakarta. Tetapi saya berharap Papua bisa mempertahankan apa yang sudah mereka capai hari ini hingga ke penutupan nanti. Dengan talenta altet-atlet yang dipunyai, Papua pasti bisa,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali dalam jumpa pers di Media Center Kominfo PON Papua Klaster Mimika, Hotel Grand Mozza, Kota Timika, Senin (04/10).

KONI Papua pun menargetkan mampu memborong 84 emas dalam PON 2021. Angka itu jauh berlipat-lipat dari torehan terakhir mereka pada PON 2016, yaitu 17 emas. “Kami punya keinginan untuk bisa merebut 84 emas pada PON 2021 Papua,” kata Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya saat mendampingi Menpora.

Sah-sah saja target itu dilontarkan Papua karena hal ini pun terjadi pada Jabar, tuan rumah PON 2016. Ketika itu secara fantastis mereka meraup 217 emas, 157 perak, dan 157 perunggu. Perolehan itu jauh melampaui yang dibuat Bumi Pasundan dalam PON empat tahun sebelumnya di Riau, 2012.

Mereka kala itu hanya membawa pulang 99 emas, 79 perak, dan 101 perunggu. Riau sebagai tuan rumah mampu mendulang 43 emas, 39 perak, dan 51 perunggu dan bertengger di urutan keenam. Hal serupa dialami Kalimantan Timur ketika menyelenggarakan PON 2008.

Provinsi kaya hasil tambang mineral ini dalam PON 2008 secara mengejutkan merangsek di urutan tiga besar dengan 116 emas, 111 perak, dan 115 perunggu. Padahal dalam PON 2004 di Sumatra Selatan, Kalimantan Timur hanya mengoleksi 19 emas, 28 perak, dan 19 perunggu saja.

Sejauh ini, apa yang diperoleh Papua dalam PON 2021 sungguh sebuah prestasi besar jika dilihat dari torehan medali yang dihasilkan. Peluang tuan rumah mendulang lebih banyak lagi medali di kampung halaman sendiri tentu sangat besar. Mengingat perhelatan olahraga multicabang empat tahunan nasional terbesar ini baru akan ditutup 15 Oktober 2021 nanti.

Apalagi dalam klasemen perolehan medali, baru terdistribusi sebanyak total 179 emas, 175 emas, dan 248 perunggu. Padahal Panitia Besar PON Papua menyiapkan masing-masing 681 emas, 681 perak, dan 681 perunggu.

PON 2021 Papua diikuti 7.039 atlet dan 3.576 orang ofisial dari 34 provinsi. Para atlet akan bertanding pada 37 cabang olahraga, 56 disiplin pertandingan, 681 nomor pertandingan, serta memanfaatkan 44 arena lomba.

Sejauh ini seluruh pertandingan dilaksanakan dengan protokol kesehatan sangat ketat, baik bagi atlet, ofisial, maupun penonton. “Pelaksanaan PON Papua sudah bagus sekali dan profesional. Masyarakatnya sangat ramah,” kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Jabar merupakan juara umum PON 2016. Torang Bisa! (indonesia.go.id)