Tujuh Festival Surabaya di Tujuh Lokasi
JALAN-JALAN PERISTIWA

Tujuh Festival Surabaya di Tujuh Lokasi

Bersamaan dengan gawe besar Surabaya sebagai tuan rumah Prepcom 3 UN Habitat III, 25-27 Juli 2016., sejumlah festival rakyat digelar Pemkot Surabaya. Ada tujuh festival di tujuh titik lokasi acara. Apa saja?

Festival Kalimas: 24-29 Juli – Sungai Kalimas
Kalimas adalah sebagian kecil dari sungai Brantas yang memiliki hulu di Mojokerto, mengalir ke arah timur laut. Dan memiliki muara di Surabaya, Selat Madura. Di beberapa tempat Kalimas menjadi perbatasan alami antara Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

Muara Kalimas merupakan pelabuhan tradisional Surabaya yang telah digunakan sejak beberapa abad yang lalu. Ini menjadi pintu gerbang Kerajaan Majapahit di Trowulan, dan di sekitar sungai ini pernah terjadi pertempuran antara Raden Wijaya dan Tartar di abad ke-13.

Acara:
– Kalimas Riverfront Tour (23-29 Juli) – Rute: Monkasel-Cak Durasim (8.00-08.30)
– Dragon Boat Rowing Balap (25-27 Juli)- Rute: Monkasel-WTC (08.00-16.00)
– Dekorasi Boat & Mode Parade (27 Juli)- Rute: Monkasel-Cak Durasim (18.00-21.00)

Festival Layang-Layang: 23-24 Juli – Pantai Pakuwon City
Siapa tidak kenal layang-layang? Permainan menggunakan bambu dan kertas minyak ini telah ada sejak lama, bahkan ada lagu tentang itu. Tapi game ini telah lama dilupakan masyarakat. Bukan berarti layang-layang tidak memiliki peminat.

Pada acara yang dimulai setiap pukul 13.00 ini, juga ada pameran layang-layang diikuti beberapa negara, seperti Malaysia, Brunei, Singapura, Swedia dan Makau. Juga workshop bagi siswa SMA di Surabaya, aeromodelling dan bazaar layang-layang.

Peserta lokal yang sudah terdaftar datang dari Jakarta, Jabar, Solo, Jogja, Kebumen, Cilacap, Magelang, Malang, Sidoarjo, Tulungagung, Ponorogo, Bali, Pekanbaru, Kaltim.

Festival Tunjungan : 26-27 Juli – Jalan Tunjungan
Sejak awal abad 20, Jalan Tunjungan telah menjadi satu pusat komersial Surabaya. Jalan ini adalah jalan yang menghubungkan area perbelanjaan utama di Surabaya. Jalan yang menghubungkan daerah perumahan di Selatan-Timur dan Barat Surabaya, dengan kawasan perdagangan di sepanjang Jembatan Merah.

Pada 1930, didirikan kompleks perbelanjaan di Surabaya dengan bangunan beton dan gaya arsitektur modern. Di perempatan Jalan Tunjungan dan Jalan Embong Malang pernah ada sebuah bangunan, Toko Nam. Sayangnya, Toko Nam telah dibongkar pada tahun 1990-an.

Acara:
– Remo Mackup (26 Juli) – 18.00-18.30
– Massa Remo Tari (26 Juli) – 18.30-19.00
– Mode di Jalan (26-27 Juli) – 19.00-20.30
– Mini Uleg Festival Rujak (27 Juli) – 18:30-19.30

Festival Bulak : 23-29 Juli – Sentra Ikan Bulak, Kenjeran
Festival Bulak merupakan daya tarik yang membawa berbagai keunikan di desa nelayan Bulak, selain pengunjung dapat menikmati berbagai produk laut olahan dari para nelayan. Satu hal yang menarik adalah Jembatan Suroboyo dan air mancur menari. Mari menikmati keindahan Kenjeran pantai.

Acara :
– The Sailing Boat Race (23-24 Juli) mulai pukul 08.30-14.30. Diikuti sekitar 50 peserta, di mana kapal akan menarik dihiasi dengan rute THP Kenjeran-Pantai Batu-Kwanyar-THP Kenjeran.

– Seafront Jazz dan Api Pernapasan di Taman Kenjeran (24-29 Juli) – 18.00-21.00
– Melody of Kenjeran The Dancing Fountain di Kenjeran Taman (24-29 Juli) – 18.00-21:00
– Bulak Barbeque di Sentra Ikan Bulak, Kuliner Berbagai Olahan Laut Produk (24-29 Juli) – 18.00-21.00

Festival Mangrove : 24-29 Juli – Ekowisata Hutan Mangrove Wonorejo
Bagian timur Surabaya masih menyisakan hutan mangrove yang luar biasa. Sebuah habitat yang masih diisi berbagai flora dan fauna. Mari kunjungi dan nikmati pantai liar Pamurbaya (pantai timur Surabaya).

Acara:
– Pameran Batik dan Mangrove Produk (24-29 Juli) – 09.00-16:00
– Kinerja perkusi Musik (24-29 Juli) – 13.00-15.00

Festival Bungkul: 24-29 Juli – Taman Bungkul
Pada awalnya, nama Taman Bungkul tidak terlepas dari nama seorang tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh dalam penyebaran Islam di Surabaya dan sekitarnya, Ki Ageng Supo, yang kemudian menerima gelar Sunan Bungkul atau Mbah Bungkul. Makamnya ditemukan di belakang taman dan juga menjadi tempat para peziarah.

Sejak diresmikan 21 Maret 2007, pengembangan Taman Bungkul telah berkembang pesat. Salah satunya fasilitas pendukung yang tersedia, seperti trek skateboard dan BMX track, jogging track, plaza (panggung untuk live performance berbagai jenis hiburan), zona bebas Wi-Fi gratis, telepon umum, sebuah areaof taman hijau dengan air mancur, taman bermain anak-anak dan food court.

Acara:
– Permainan Tradisional : Balapan Bakiak (24-29 Juli) – 13.00-15.00
– Musik Keroncong (24-29 Juli) – 13.00-15.00
– Musik Jazz (24-29 Juli) – 18.00-21.00

Festival Jayengrono : 24-29 Juli – Taman Jayengrono Jembatan Merah
Surabaya dikenal banyak taman kotanya. Willensplein Park adalah yang tertua dan sekarang dikenal sebagai Taman Jayengrono yang terletak di dekat Jembatan Merah. Nama Jayengrono sendiri diambil dari nama Bupati pertama Surabaya.

Pertempuran 10 November 1945 juga terjadi di daerah Jembatan Merah. Di tempat ini, perjuangan pejuang Surabaya memukul mundur penjajah membawa dampak besar untuk perjuangan melawan kolonialisme waktu itu. Di tempat ini juga, jenderal besar Inggris, Brigadir Jenderal AWS Mallaby tewas pada 30 Oktober 1945 setelah sebuah granade dilempar pejuang Surabaya.

Acara:
– Permainan Tradisional : Egrang dan Engkle (24-29 Juli) – 13.00-15.00
– Musik Patrol (24-29 Juli) – 13.00-15.00
– Kolaborasi Musisi Jalanan (24-29 Juli) – 18.00-19.00. (sak/foto ist)