UI : Publikasi Ilmiah Terbanyak dan Terbaik
KOMUNITAS PERISTIWA

UI : Publikasi Ilmiah Terbanyak dan Terbaik

Universitas Indonesia (UI) dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi dengan jumlah dan kualitas Publikasi Internasional terbaik di Indonesia. Pernghargaan ini diberikan dalam puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke- 21 Tahun 2016 di Solo.

Penghargaan diberikan karena pencapaian UI menghasilkan jumlah publikasi ilmiah internasionalnya terbanyak dan terus meningkat setiap tahunnya. Dari data yang terindeks di Scopus, sebuah database bibliografi dunia yang berisi abstrak dan kutipan untuk artikel jurnal akademis, pada 2011, total jumlah publikasi UI mencapai 312 publikasi, 2012 sejumlah 416, 2013 sejumlah 521, 2014 sejumlah 489, dan pada 2015 sejumlah 605 publikasi.

Namun, meski UI menjadi perguruan tinggi dengan publikasi terbanyak, berdasarkan data yang dirilis oleh SCImago Lab (www.scimagojr.com), sebuah lembaga yang mengelola laman pemeringkatan publikasi ilmiah internasional, Indonesia berada pada urutan ke-57 dengan jumlah publikasi sebanyak 39.719.

Indonesia masih tertinggal jauh dari negara ASEAN lainnya seperti Singapura yang berada di urutan ke-32 dengan jumlah publikasi sebanyak 215.553 dan Malaysia yang berada di peringkat 35 dengan jumlah publikasi 181.251.

Oleh karena itu kata Rifelly Dewi Astuti SE MM Kepala Humas dan KIP UI, tahun ini UI telah menargetkan peningkatan jurnal ilmiah internasional hingga mencapai 1.500 karya.

Sejumah langkah nyata telah UI lakukan untuk mencapai target diantaranya meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian, meningkatkan medium publikasi ilmiah baik dalam bentuk jurnal maupun lainnya yang berskala internasional hingga meningkatkan kualitas dan kualitas konferensi internasional dimana UI berperan sebagai tuan rumah.

“Saat ini tidak kurang dari 500 dosen UI merupakan merupakan peneliti aktif yang memiliki reputasi diakui dunia internasional. Diharapkan penghargaan ini dapat senantiasa memotivasi para peneliti untuk dapat terus aktif berkarya sehingga membawa Indonesia menuju bangsa yang mandiri dan berdaya saing global,” ungkap Rifelly. (sak)