Kopi Bubuk Suoh Lampung Diberdayakan
CANGKIR KOPI PERISTIWA

Kopi Bubuk Suoh Lampung Diberdayakan

Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia. Namun keberhasilan ini tidak berdampak langsung pada penghasilan petani kopi di daerah, salah satunya petani kopi di Desa Bandarrejo, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

Hal itu lantas menggugah Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Lampung Nurfiana SKom MKom ikut memberdayakan usaha kecil menengah (UKM) kopi bubuk suoh guna meningkatkan hasil produksi, penjualan, dan pengelolaan manajemen usaha yang lebih baik.

Dosen IBI Darmajaya ini, bersama rekannya Sri Karnila SKom MKom dan Hendra Kurniawan SKom MKom memberikan pelatihan peningkatan pengetahuan manajemen pengelolaan usaha, penerapan teknologi pemakaian mesin dan peralatan produksi, serta pengemasan dan teknik pemasaran melalui website.

Pelatihan yang diikuti mitra UKM Kopi Bubuk Tiga Saudara dan Kopi Bubuk Arifin digelar selama tiga bulan hingga akhir September 2016. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi hibah iptek bagi masyarakat yang dimenangkan dosen Sistem Komputer Darmajaya dari Kemenristekdikti.

Mereka pun mengalokasikan dana hibah itu untuk pembelian peralatan berupa mesin sangrai biji kopi, mesin penggiling bubuk kopi, dan sealer yang diberikan kepada mitra.

“Kami berharap dengan meningkatnya jumlah peralatan, produk yang dihasilkan juga dapat meningkat atau mempercepat proses produksi sehingga lebih efektif,” ujar Nurfiana.

Ia menerangkan sebelumnya UKM Kopi Bubuk Tiga Saudara dan Kopi Bubuk Arifin masih menggunakan cara tradisional untuk proses penyangraian, penggilingan hingga pengepakan produk kopi bubuk.

“Dengan sealer, pengemasan lebih higienis dan rapi. Kemudian desain label kemasan diperbaiki agar menarik konsumen. Kedepannya, juga akan memberi pelatihan peningkatan manajemen pemasaran online dengan penggunaan website untuk memperluas pangsa pasar,” terangnya.

Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat, Lembaga Pengembangan Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP4M) Darmajaya M Ariza Eka Yusendra SP MM mengapresiasi program pengabdian masyarakat tersebut. Sebagai perguruan tinggi, pihaknya sangat concern menjalankan tridharma perguruan tinggi.

Karena itu, dosen Darmajaya dituntut tak hanya mampu di bidang pembelajaran, tetapi juga aktif melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Tahun ini Darmajaya sukses memenangkan 11 program pengabdian masyarakat dan 25 program penelitian dosen dari Kemenristekdikti.

“Salah satunya, pemberdayaan UKM Kopi Bubuk Suoh ini yang mudah-mudahan memberikan manfaat besar bagi UKM dan masyarakat di desa tersebut untuk meningkatkan pendapatan guna menjadi desa yang mandiri dan sejahtera,” harapnya. (sak/ist)