Unusa Buka Magister Terapan Keperawatan
KOMUNITAS PERISTIWA

Unusa Buka Magister Terapan Keperawatan

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta di Jatim yang menyelenggarakan Program Magister (Studi S2) Terapan Keperawatan. Izin diberikan bukan semata pengajuan dari Unusa, tapi amanah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Dr Ir Patdono Suwignjo MEngEs Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kemenristek Dikti mengatakan, Unusa dianggap mampu menjalankan mandat. Sehingga ke depan bisa membantu pemerintah meningkatkan kualifikasi akademik dosen Ilmu Kesehatan yang belum S2.

‘’Sekarang ini masih sekitar 31 ribu lebih tenaga dosen yang belum S2. Bahkan ada yang masih D3. Padahal, masa transisi telah berakhir 2015 lalu, dimana UU guru dan dosen menyebutkan wajib berijasah minimal S2,” kata Ptdono Suwihnjo usai seminar dan workshop Pendidikan Magister Terapan Keperawatan di kampus B Unusa Surabaya, kemarin.

Pemberian mandat ini, kata Patdono, akan diberikan pada beberapa PTS guna menyelenggarakan program Magister Terapan untuk rumpun Ilmu Kesehatan. Sehingga, kualifikasi dosen yang belum S2 bisa teratasi. “Namun kami sangat selektif. Selain Prodi-prodi itu terkait kesehatan yang bersinggungan dengan nyawa manusia, juga PTS yang benar-benar memenuhi syarat untuk menyelenggarakan S2 keperawatan ini,” tandasnya.

Di sisi lain, paparnya, pihaknya masih kekurangan prodi S2 Keperawatan. Karena masih ada 31 ribu dosen-dosen di STIKES, maupun akademi kesehatan yang masih belum memenuhi syarat akademik sebagai tenaga pengajar, yaitu minimal lulusan magister. “Sudah banyak perguruan tinggi yang antre ingin menyelenggarakan S2 Keperawatan. Tapi masih kami proses,” ujarnya.

Program Studi Magister Keperawatan itu, kata Patdono, sangat minim. Di Indonesia hanya 13 penyelenggara. Baik PTN maupun PTS. Sedang di Jatim hanya Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.

Sementara Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA menjelaskan Unusa ingin menyempurnakan disiplin ilmu yang kaitannya dengan akademisi. Alhasil ada S2 Pendidikan Magister Terapan Keperawatan sebagai pasangan disiplin ilmu murni.

Dikatakan, aturan dari Yayasan terkait pengembangan Unusa tidak melebar tetapi meningkat. Maksudnya, Unusa tidak akan terlalu berambisi menambah prodi S1 baru. Tetapi justru yang ada ditingkatkan. Mulai dari D3 ke S1, S1 ke S2, dan S2 ke S3.

“Beberapa tahun lagi lulusan SMA (ranah rendah) akan terpinggirkan oleh lulusan S1, S2, maupun S3 yang masuk tataran elite tinggi. Makanya, Unusa membuat terobosan masuk ke ranah elite akademik untuk menyelenggarakan Program Magister Terapan Keperawatan,” paparnya memberi alasan.

Nuh juga menjelaskan, desain Unusa bukan masif University tetapi lebih spesifik di bidang kesehatan. Bila ada program studi teknologi informatika (IT) maka IT di bidang kesehatan dan seterusnya.

Terkait pemberian mandat magister terapan keperawatan, Nuh menjelaskan, PTS di Jatim belum ada yang menyelenggarakan Program Magister Keperawatan dan Unusa merupakan PTS pertama yang menyelenggarakan S2 Terapan untuk Keperawatan.

“Ini kesempatan baik sekaligus tanggung jawab besar. Karena jumlah penyelenggara sedikit. Sehingga, S2 Keperawatan perlu diselenggarakan. Hal ini akan kami jadikan fokus tujuan kami,” pungkas Mantan Mendiknas tersebut. (sak)