Upaya Penyelamatan Flora di Pulau Sempu
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Upaya Penyelamatan Flora di Pulau Sempu

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Balai Konservasi Tumbuhan (BKT) Kebun Raya Purwodadi melakukan upaya penyelamatan ratusan flora di Pulau Sempu. Pulau Sempu merupakan sebuah pulau kecil yang berstatus cagar alam dan terletak di ujung selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Penyelamatan beragam flora ini melalui pengumpulan koleksi tumbuhan sebanyak 232 nomor koleksi dan 926 spesies hidup yang berasal dari jenis pepohonan, semak, bamboo, tumbuhan merambat, herba, dan epifit dari Pulau Sempu oleh Tim Eksplorasi LIPI pada 2016. Dari 232 nomor koleksi, 24 nomor di antaranya adalah koleksi baru BKT Kebun Raya Purwodadi LIPI.

Peneliti BKT Kebun Raya Purwodadi LIPI, Apriyono Rahadianto MSi mengungkapkan, upaya penyelamatan berbagai flora itu penting untuk dilakukan karena ancaman kenaikan muka air laut yang membuat pulau-pulau kecil sebagai habitat flora-flora tersebut rentan terhadap kepunahan.

“Oleh karena itu, kami melakukan upaya konservasi terhadap flora yang ada, khususnya Pulau Sempu,” ungkapnya pekan lalu di Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, seperti dikutip Humas LIPI.

Dikatakannya, kegiatan eksplorasi, konservasi, dan penelitian yang dilakukan untuk menyusun rekomendasi pengelolaan kawasan Pulau Sempu. Berdasarkan studi ilmiah yang dilaksanakan, kelestarian flora di Pulau Sempu mengalami tekanan perubahan iklim yang lebih buruk dibandingkan kawasan pulau besar.

Selain itu, Apriyono mengatakan penelitian ekologi juga akan dilakukan untuk mempelajari struktur dan komposisi vegetasi hutan di Pulau Sempu.

“Untuk menjaga kelestarian flora, maka inventarisasi dan dokumentasi keanekaragaman flora melalui kegiatan eksplorasi di pulau-pulau kecil seperti Sempu penting untuk dilakukan, karena berlomba dengan laju degradasi yang sangat cepat dari berbagai tekanan lingkungan,” terangnya.

Melalui kegiatan eksplorasi di Pulau Sempu ini, BKT Kebun Raya Purwodadi LIPI pun mendapat apresiasi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. Apresiasi itu disampaikan oleh Agustin Sukistyanawati dari BBKSDA Jawa Timur saat berkunjung ke Kebun Raya Purwodadi. (sak)