Video 360 Saat Peringatan Kemerdekaan
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Video 360 Saat Peringatan Kemerdekaan

Kemeriahan peringatan Kemerdekaan RI ke-71 makin semarak. Selain sejumlah pawai budaya hingga ragam pertunjukan kesenian dan budaya Indonesia turut ditampilkan. Tak berhenti sampai di situ, inovasi teknologi turut diperkenalkan dalam peringatan kemerdekaan 2016.

Untuk pertama kalinya, peringatan Kemerdekaan RI tahun ini disiarkan secara langsung dengan menggunakan teknologi video 360 derajat. Melalui teknologi tersebut, penonton yang terhubung dengan koneksi internet disuguhi tampilan video dengan sudut pandang yang menyerupai ketika berada langsung di lokasi.

Sepanjang penayangan, penonton dapat memutar posisi pandang ke segala sudut yang diinginkan. Pengalaman menonton video 360 derajat ini tentunya menyajikan pengalaman yang terasa lebih nyata dan terasa seperti aslinya.

Suguhan inovasi tersebut tentu sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo agar peringatan Kemerdekaan RI tahun ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dan dapat meninggalkan kesan mendalam di masyarakat.

Untuk dapat merasakan sensasi tayangan video 360 derajat tersebut, netizen mengakses akun YouTube resmi Presiden Joko Widodo saat acara berlangsung, yaitu www.youtube.com/jokowi.

Selain melalui saluran Youtube resmi, peringatan HUT RI ke-71 juga disiarkan video langsung melalui akun Twitter resmi @jokowi yang bisa dinikmati melalui aplikasi Periscope.

Jatim Juga Live
Di Jawa Timur, pelaksanaan upacara 17 Agustus 2016 di Gedung Negara Grahadi Surabaya juga disiarkan secara langsung melalui live streaming, melalui website kominfo.jatimprov.go.id.

Untuk siaran live juga ditayangkan di salah satu stasiun televisi di Jawa Timur. “Upacara ini menjadi momentum penting, sehingga harus diketahui masyarakat luas. Dengan dilakukan live streaming, maka ini bisa ditonton langsung dari seluruh dunia,” kata Kepala Dinas Kominfo Jatim, Eddy Santoso, Rabu (17/8).

Guna memberikan kualitas gambar siaran yang bagus, tayangan live menggunakan kamera drone. Untuk pengoperasian drone dilakukan dua mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Edy menjelaskan, penggunaan teknologi kamera drone tersebut memberikan kualitas gambar yang eksklusif.

“Gambar yang ditampilkan bisa lebih bagus dengan sudut pandang dari berbagai sisi termasuk dari atas. Sehingga, tampilan tidak statis,” ungkapnya.

Edy berharap momen upacara yang disiarkan dengan kualitas gambar terbaik itu bisa dinikmati seluruh masyarakat dunia, khususnya Jawa Timur. “Dengan melihat siaran upacara di Grahadi semoga juga bisa menambah rasa naionalisme masyarakat,” tukasnya. (sak)